Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 02 Mar 2010 10:08 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US meneruskan kenaikan, menghapus kerugian indeks Standrad & Poor's 500 setelah tingkat konsumsi sesuai dengan estimasi para analis ekonomi dan penjualan unit di American International Group di Asia sebesar $ 35.5 miliar. AIG (+0.4%) setelah menyetujui penjualan AIA Group Ltd. ke Prudential Plc, perusahaan Inggris terbesar.

Milipore dan OSI Pharmaceuticals Inc. mengalami kenaikan setelah penawaran takeover. Walt Disney Co. mengalami kenaikan setelah departemen Perdagangan menyatakan pengeluaran individual mengalami kenaikan selama 4 bulan. Indeks Standard & Poor's 500 (+1%) ke 1,115.71. Dow Jones Industrial Average (+0.8%) ke 10,403.79.

Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat untuk hari ketiga, dipimpin oleh perusahaan elektronik dan teknologi, setelah naiknya belanja konsumen AS yang lebih besar dari ekspektasi dan penjualan semikonduktor global juga mengalami kenaikan. Sony Corp. dan Canon Inc., yang memperoleh sedikitnya 23% dari penjualan di Amerika, naik lebih dari 1%. Samsung Electronics Co dan Toshiba Corp menguat lebih dari 2%. Rio Tinto Group (+0.9%) setelah naiknya harga logam. S&P/ASX 200 (+0.4%) 4,704 Nikkei 225 (+0.5%) 10,220 Kospi (+1.5%) 1618STI (+0.3%) 2782 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak diperdagangkan di bawah level $ 80/ barrel sebelum laporan mengenai supply di US yang  diekspektasian mengalami kenaikan. Harga minyak bergerak di bawah level $ 80/barrel setelah nilai tukar dollar mengalami kenaikan terhadap euro setelah Europe Union menyatakan Yunani harus menutupi defisit tahun 2010 untuk mengembalikan kredibilitasnya. Minyak Mentah naik 6 sen ke 78.76/barrel. Crude Oil (+0.2%) $78.8/bbl, Gold (-0.2%) $1,117/oz, CPO (-0.9%) 2,600RM/MT, Nickel (+1.3%) $21,450/MT, TIn (-0.4%) $17,050/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Ekspor RI Melonjak 59%

Eskpor Indonesia Januari 2010 naik 58,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$11,57 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada aktivitas impor, meski dengan kenaikan yang relaitf lebih rendah dari ekspor yakni 44,58% menjadi US$9,54 miliar. Khusus periode Desember 2009 ke Januari 2010, aktivitas ekspor maupun impor masing-masing tercatat turun 13,29% dan 7,35%.
Economic: Inflasi Februari 2010 sebesar 0.3%

Biro Pusat Statistik menyatakan bahwa inflasi pada Februari 2010 sebesar 0.3% dan inflasi YoY sebesar 3,81% dibandingkan dengan survei ekonom yang dilaksanakan oleh Bloomberg yang memprediksi inflasi sebesar median 3,97%.

Banking: BI Selesaikan Utang Indover

Pembayaran kewajiban NV De Indonesische Overzeese Bank atau Indover akan selesai pada akhir tahun ini. Kuartor juga akanmelihat beberapa penyebab kebangkrutan Indover. Namun dari informasi yang didapat, indikasinya kriminal. Di bank tersebut, terdapat dana beberapa bank nasional. PT Bank Mandiri Tbk memiliki dana US$31 juta. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Bukpin memiliki dana masing-masing US$27 juta dan US$15 juta. Kemudian PT Bank CIMB Niaga memiliki dana US$5 juta dan Bank Ekonomi Rahrja sebesar EUR 19.239,82.

Corporate news

ANTM: Tak Minati 7% Saham Newmont

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tidak berminat membeli 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode 2010. Pasalnya, kepemilikan saham tersebut tidak signifikan bagi Antam. Pihak Antam pernah tertarik membeli saham divestasi Newmont periode 2006-2010, karena berpeluang menguasai hingga 31% saham. Dari jumlah tersebut, Antam sempat menargetkan kepemilikan saham 15%. Namun, keberhasilan PT Multi Capital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mengakuisisi 24% saham produsen emas itu telah menutup peluang Antam dan anggota konsorsium.

ELSA: Kreditur Setujui Akuisisi Saham Elnusa

Rencana akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk oleh Benakat Petroleum Tbk mencapai setengah perjalanan, menyusul diperolehnya persetujuan dari kreditur oleh PT Tridaya Esta. Tridaya dikabarkan baru saja mendapatkan persetujuan dari kreditur terkait rencana penjualan saham Elnusa yang pernah digadaikan.

TLKM: Bahana Jamin Obligasi Telkom

PT Bahana Securities terpilih menjadi salah satu penjamin emisi obligasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk senilai Rp 2 triliun. Pekan lalu, Telkom mengumumkan seleksi underwriter, selain Bahana ada 3 penjamin emisi lain yang masuk seleksi, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk.

UNTR: Akuisisi Dua Perusahaan Tambang

UNTR akan mengakuisisi dua perusahaan tambang tahun ini. Melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara, UNTR telah menandatangani perjanjian pemegang saham untuk membeli 30% saham PT Asmin Bara Bronang dan PT Asmin Bara Jaan.

COWL: Bangun Apartemen Rp150 M

COWL berencana untuk membangun satu menara apartemen di kawasan Taman Anggrek, Jakarta Barat. Apartemen tersebut memiliki 29 lantai, dan memuat sebanyak 600 kamar. Dana investasi pembangunan proyek tersebut mencapai Rp150 miliar.

MPPA: Kasus Matahari, Bapepam Koordinasi dengan BI

Usai meminta penundaan RUPSLB MPPA terkait penjualan saham di Matahari Department Store (MDS), Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terkait pinjaman Matahari Department Store senilai Rp 3,25 triliun yang berasal dari PT CIMB-Niaga Tbk dan

Standard Chartered Bank cabang Jakarta. Pinjaman senilai Rp 3,25 triliun diperoleh dengan jaminan berupa 98 persen saham Matahari Department Store yang akan dimiliki Meadow.

BBCA: Kupon Bond BCA Finance 8,4%-11%

Kupon obligasi III/2010 dan obligasi subordinasi I/2010 PT BCA Finance brpotensi ditetapkan pada level 8,4%-11%. Sejumlah manajer investasi mengaakan BCA Finance menawarkan kupon tranches A obliagsi itu pada level 8,4%, tranches B yang jatuh tempo 2012 sebesar 8,7%, serta tranches C sebesar 9,3%, kupon tranches D ditawarkan sebesar 9,6%, dan tranches E sebesar 9,75%.

WIKA: Siap Akusisi Yodya

Realisai pengambilalihan perusahaan konsultan konstruksi PT Yodya Karya oleh PT Wijaya Karya Tbk tak kunjung rampung karena belum ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah. Wijaya Karya dengan kepemilikan saham publik sebesar 31,58%, diberikan tugas oleh pemerintah untuk mengambil Yodya Karya dengan harga yang diprkirakan di kisaran Rp20 miliar. Terkait rencana penerbitan obligasi dengan nilai Rp300 miliar, hingga saat ini perseroan masih belum melakukan persiapan untuk merealisasikan hal tersbeut.

BBTN: KIK EBA Jilid III BTN Diundur Semester II-2010

BBTN menunda penerbitan Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Jilid III sampai dengan semester II-2010. Semula perseroan berencana menerbitkan KIK-EBA pada semester I-2010 sebesar Rp 750 miliar.

IPO: Skybee Pastikan Masuk Bursa Juni

PT Skybee berencana mancatatkan saham perdananya (IPO) di bursa pada Juni 2010 senilai Rp 80-Rp90 miliar, menyusul akusisi yang dilakukan menajer investasi PT Syailendra Capital pada calon emiten itu pada akhir 2009.

Earning Watch

TPIA: Laba Bersih Meroket

PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) mencatat laba bersih Rp483 miliar tahun 2009, meningkat 3.413% karena tahun sebelumnya perseroan membukukan rugi bersih Rp13,75 miliar. Menurut Direktur dan Corporate Secretary Suryandi, kenaikan laba bersih terutama disebabkan peningkatan volume penjualan lopypropylene tahun 2009 sebesar 17% menjadi 385.716 ton dibandingkan 2008 sebanyak 330.503 ton. Selain itu, kenaikan laba bersih perseroan juga ditopang peningkatan margin laba dari delta P.

GZCO: Laba Bersih Melonjak 273%

PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) membukukan laba bersih sepanjang 2009 sebesar Rp204,39 miliar atau melonjak 273% dibanding 2008 senilai Rp54,75 miliar. Pertumbuhan laba perseroan ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan minyak sawit mentah (CPO). Hingga akhir 2009, aset Gozco naik 40% dari Rp1,42 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Pertumbuhan aset berupa lahan tetanam meningkat 69% dari 15.980 ha menjadi 27.085 ha. Sedangkan aset berupa lahan belum tertanam melesat 536% dari 15.330 ha mejadi 97.502.

Rumor

Saham PT Jasa Marga (JSMR) dikabarkan bakal diburu oleh konsorsium investor asing maupun lokal dalam waktu dekat, seiring rencana perseroan yang mengakusisi jalan tol tahun ini. Ekspansi usaha perusahaan ke bisnis properti subsektor superblok juga diperkirakan memacu pergerakan positif sahamnya.

Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga disebut-sebut akan ditarik para bandar, terkait rencana aksi roadshow perseroan ke Jepang. Kabarnya salah satu institusi atau investor dari Jepang tersebut berminat masuk menjadi mitra strategis dengan prosedur invetsasi private palcement.

Corporate Actions

Hari ini (2/03), cum date rights issue Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), ratio 2(new) : 1(old) Rp 100/saham. Ex date (3Maret2010)

Earning Watch


  • TPIA: Laba Bersih Meroket
  • GZCO: Laba Bersih Melonjak 273%

Technical Picks


  • BSDE (610) – BUY
  • BUMI (2175) – Trading Sell
  • KLBF (1590) – SELL ON STRENGTH
  • PTBA (15800) – SELL.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads