Demikian disampaikan Direktur Keuangan UNTR Gidion Hasan saat ditemui jelang persiapan gala dinner bersama konsumen perseroan di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selasa (2/3/2010).
Dengan target pendapatan sebesar Rp 33,62 triliun, berarti pertumbuhannya akan mencapai 15% dari realisasi tahun 2009 sebesar Rp 29,24 triliun. Menurut Gidion, kontribusi terbesar berasal dari PT Pama Persada, anak usaha perseroan di sektor kontraktor pertambangan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penyumbang pendapatan adalah dari penjualan alat berat untuk perusahaan tambang, konstruksi, perkebunan dan kehutanan. Jumlahnya berkisar 30-40% atau setara dengan Rp 13,44 triliun.
Porsi penjualan alat berat tidak akan banyak berubah, dengan porsi terbesar untuk memasok perusahaan pertambangan 55%. Disusul kemudian dari perusahaan perkebunan dan konstruksi masing-masing 22% dah 14%. Untuk sektor kehutanan masih sedikit, atau sekitar 9%.
"Sisanya baru dari anak usaha pertambangan batubara, sekitar 10%," jelasnya.
Perseroan juga berencana akan membagikan dividen tahunan periode 2009 dengan jumlah mencapai Rp 1,5 triliun. Ini sudah menjadi ketetapan UNTR untuk membagikan dividen 40% dari laba tahun 2009. Sebelumnya, pada 11 November 2009 perseroan juga telah membagikan dividen interim, dengan nilai Rp 432 miliar atau Rp 130 per saham.
"Kita tetap akan bagikan, tapi dikurangi dengan dividen interim," imbuhnya.
Â
Â
(wep/dro)











































