Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 03 Mar 2010 09:31 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones : Pasar saham US mengalami kenaikan dalam 3 hari setelah prospek pendapatan yang lebih tinggi untuk sektor perbankan, adanya perusahaan yang melakukan takeover dan kemungkinan resolusi mengenai masalah keuangan Yunani yang menutupi penurunan sektor teknologi. SunTrust Banks Inc. dan Fifth Third Bankcorp mengalami rally lebih dari 3 persen yang memimpin kenaikan pada sektor perbankan sesuai dengan pernyataan analis Richard X. Bove bahwa industri sudah stabil. Terra Industries Inc. naik 11 persen setelah CF Industries Hodlings Inc. melakukan penawaran atas perusahaan pembuat pupuk tersebut.

Sektor teknologi mengalami penurunan setelah Microsoft Corp. memberikan pernyataan mengenai perkiraan kenaikan biaya operasi yang menyebaban saham tersebut mengalami penurunan 1.9%. Indeks Standard & Poor's (+0.2%) ke 1,118.31. Dow Jones Industrial Average (+0.1%) ke 10,405.98.

Regional Pagi: Mayoritas saham-saham Jepang diperdagangkan flat di Rabu pagi, sebagaimana Wall treet yang ditutup nyaris flat, namun saham produsen obat mengalami tekanan setelah harian Nikkei melaporkan bahwa perusahaan farmasi AS Merck & Co berencana untuk meluncurkan penjualan obat generic Jepang pada 2012. Saham Daiichi Sankyo Co. Ltd. (-2.6%), Dainippon Sumitomo Pharma Co. (-1.6%) dan Astellas Pharma Inc. (-0.9%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, bursa saham Australia menguat tipis di awal perdagangan, didorong oleh penambang menyusul naiknya harga logam. Newcrest Mining Ltd. (+1.7%) dan Lihir Gold Ltd. (+2.9%). BHP Billiton Ltd. dan Rio Tinto Ltd. Juga menguat masing -masing 1.1% dan 1.4%. S&P/ASX 200 (+0.3%) 4,715 Nikkei 225 hampir flat di level 10,222 Kospi (+0.4%) 1621 STI (+0.2%) 2776

Commodity: Minyak mentah diperdagangkan mendekati $ 80/barrel setelah naiknya kemungkinan akan resolusi masalah keuangan Yunani dan penurunan supply di US, negara konsumen energy terbesar di dunia Minyak mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin setelah pasar saham naik atas spekulasi bahwa Europe Union akan membantu Yunani dalam mengatasi defisit keuangannya. Minyak mentah (+0.1%) ke $ 79.7/barrel. WTI Crude (+0.1%) $ 79.7/barrel Gold (unc) USD 1,135/t oz CPO (+1.4%) RM 2,626/MT Nickel (+3.7%) USD 22,240/MT Tin (+0.2%) USD 17,090/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Risiko Investasi Naik

Berlarut-larutnya kasus Bank Century telah meningkatkan risiko investasi di Indonesia. Risiko Investasi di Indonesia (country risk) berdasarkan bloomberg meningkat, dari 25,5 menjadi 28. Peningkatan risiko meningkatkan kekhawatiran investor asing menanamkan modal di Indonesia.

Economic: Pemerintah Raup Rp5,8 T

Pemerintah kembali menarik pembiayaan dari pasar domestik sebesar Rp5,8 T melalui penerbitan tiga seri obligasi berdenominasi rupiah. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, menyebutkan lelang surat uang negara (SUN) tersebut dilakukan kemarin melalui sistem lelang Bank Indonesia. Kendati total penawaran yang masuk mencapai Rp13,01 T, pemerintah hanya menyerap Rp5,8 T dari total penawaran yang masuk tersebut.

Economic: Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah

Pemerintah kembali akan melakukan lelang 4 seri sukuk (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) pada 9 Maret 2010. Dari lelang ini, pemerintah menargetkan mendapatkan Rp 1 triliun. Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Harry Z. Soeratin, menyatakan keempat seri sukuk ini akan diterbitkan dengan menggunakan akad Ijarah Sale & Lease Back yang telah mendapatkan Pernyataan Kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor B-373/DSN-MUI/X/2009 tanggal 20 Oktober 2009.

Economic: BEI Siapkan Standardisasi Online Trading

BEI akan segera menyiapkan standardisasi perdagangan online (online trading) untuk anggota bursa yang ingin menyediakan atau sudah memiliki layanan transaksi tersebut. Standardisasi itu tidak akan berbentuk aturan melainkan dalam bentuk pedoman.

Corporate news

TRAM: Incar Kontrak US$400 Juta

PT Trade Maritime Tbk (TRAM) mengincar perolehan kontrak baru senilai US$400 juta atau sekitar Rp3,72 triliun selama 2010. Nilai kontrak tersebut diharapkan berasal dari sekitar 10 proyek yang tengah dijajaki perseroan, salah satunya adalah dengan Pertamina. Untuk memperoleh kontrak etrsebut, pihaknya telah siap berinvestasi sebesar US$200 juta.

UNTR: Siapkan Dividen Rp1,53 T

PT United Tractors Tbk (UT) mengusulkan dividen total sebesar Rp1,53 T atau Rp460 per saham kepada pemegang saham pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada Mei 2010. Jumlah dividen itu naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan dividen untuk tahun buku 2008 yang sebesar Rp732 M. Perseroan telah membagikan dividen interim Rp130 per saham atau Rp432,5 M pada November 2009. sebagai gambaran, pada 2008 perseroan membagikan dividen total Rp320 per saham.

MPPA: Akuisisi Matahari Butuh Dana Baru

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) mengingatkan CVC dan Matahari agar mencari sumber pendanaan lain untuk mengakuisisi saham Matahari Departemen Store (MDS). Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bappepam-LK menilai transaksi akuisisi saham MDS milik Matahari Putra Prima oleh Meadow terancam gagal jika pinjaman dari bank batal dan perusahaan tidak punya sumber pendanaan lain.

TLKM: Gandeng Adaro

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Telkomsel, anak usaha PT Telkom Tbk (TLKM), terkait layanan mobile VPN (virtual private network). Kerjasama tersebut merupakan wujud komitmen Telkomsel dalam memberikan solusi bisnis dengan kecanggihan teknologi yang efektif dan efisien kepada pelanggan korporat.

BBCA: Targetkan DPK Rp268 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menargetkan dana pihak ketiga (DPK) pada 2010 mencapai Rp268 triliun, atau tumbuh 10% dibanding tahunlalu sebesar Rp244 triliun. Pertumbuhan DPK tahun ini tidak sebesar tahun lalu sekitar 20%. Sejalan dengan target pertumbuhan DPK, perseroan menargetkan penambahan nasabah. Hingg akhir 2009, nasabah perseroan sebanyak 7,7 juta.

BYAN: Revisi Pinjaman

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah menandatangani amandemen perjanjian pinjaman dan penjualan batubara pada 25 Februari lalu. Vitol Asia Pte Ltd bertindak sebagai kreditur. Ada beberapa poin yang diamandemen, yaitu: Bayan memperbesar jumlah cicilan pembayan utang dari US$ 5 menjadi US$ 6,7 atas setiap ton batubara, menunda sebagian kewajiban pengiriman 1,18 juta ton batubara pada tahun ini dan baru akan dilakukan pada 2011 hingga 2014.

UNSP: Bakrie Plantations Placement 28% Saham

PT Danatama Makmur melakukan private placement saham baru PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) senilai Rp 1,4 triliun, atau setara dengan sekitar 28% dari saham baru yang diterbitkan perusahaan perkebunan itu. Saham yang dijual khusus itu dan yang diserap itu merupakan saham yang tidak diambil oleh pemegang saham.

KBLV: Astro Ngotot Minta First Media Bayar Denda US$ 230 Juta

Astro ngotot meminta pihak KBLV membayar ganti rugi sebesar US$ 230 juta sesuai dengan keputusan dari Lembaga arbitrase internasional Singapura (Singapore International Arbitration Centre/SIAC). Sebelumnya, KBLV salah satu anak usaha Lippo Grup, menolak hasil putusan arbitrase dari SIAC dalam putusan final dari ward on Preliminery Issue of Jurisdiction, Intern Anti-Suit Injuction and Joinder, dan tidak akan membayar denda sebesar US$ 230 juta kepada Astro Group.
 
Rumor

Satu sumber pelaku pasar modal menyebutkan, investor perlu mencermati pergerakan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) karena berpotensi menguat ke level Rp2.500. Laba bersih perseroan tahun 2009 diprediksi naik hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Rumor di pasar menyebutkan bahwa saham PT Sentul City Tbk (BKSL) akan dikerek bandar ke level Rp100, seiring rencana akuisisi terhadap Bukit Jonggol Asri.

Technical Picks

  • TLKM (8450) – BUY
  • BBRI (7300) – BUY
  • BBCA (4900) – BUY
  • PGAS (3800) – Trading BUY.
 

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads