Mengawali perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis dan konsisten hingga penutupan sesi I. Penguatan IHSG terutama didorong oleh penguatan saham-saham grup Bakrie dan terjadi di tengah hingar bingar paripurna yang memutuskan kasus Bank Century.
Namun memasuki sesi II, IHSG secara perlahan mulai tergerus. Saham Telkom menjadi penentu utama pelemahan IHSG, ditambah saham BUMI yang sempat menguat akhirnya terserang profit taking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.285 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.295 per dolar AS.
Sebagian besar bursa regional juga mulai terserang profit taking. Sebagian lain menguat namun sangat tipis.
- Indeks Shanghai menguat tipis 23,90 poin (0,78%) ke level 3.097,00
- Indeks Hang Seng melemah 29,32 poin (0,14%) ke level 20.876,79.
- Indeks Nikkei-225 menguat 31,30 poin (0,31%) ke level 10.253,14.
- Indeks Straits Times menguat 6,74 poin (0,24%) ke level 2.778,94.
- Indeks Seoul menguat 7,32 poin (0,45%) ke level 1.622,44.
Perdagangan juga berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 80.189 kali pada volume 4.217 juta lembar saham senilai Rp 3,265 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 87 saham turun dan 79 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 7.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 16.900.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 7.400, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.350, International Nickel (INCO) naik Rp 50 menjadi Rp 3.925.
(qom/qom)











































