Wall Street Berakhir Flat

Wall Street Berakhir Flat

- detikFinance
Kamis, 04 Mar 2010 07:15 WIB
Wall Street Berakhir Flat
New York - Bursa Wall Street berakhir flat meski data tenaga kerja dan sektor jasa menunjukkan tanda-tanda yang membaik. Namun hal itu tertutupi oleh sentimen negatif akan keluarnya aturan perbankan baru dan melorotnya saham Pfizer.

Mengawali perdagangan, saham-saham di Wall Street bergerak menguat setelah Institute for Supply Management merilis indeks aktivitas sektor jasa dan laporan ADP seputar tenaga kerja sektor swasta. Kedua data itu menunjukkan menguatnya perekonomian dan stabilnya sektor perburuhan.

Namun sentimen negatif datang dari draf proposal aturan sektor finansial yang langsung menekan saham-saham perbankan. Presiden Obama juga berupaya untuk menyegarkan lagi rencananya merombak sistem kesehatan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia (Obama) datang dan mengatakan akan melakukan apapun agar agendanya bisa berjalan dan jelas sekali agenda itu dilihat secara teoritis negatif untuk sebagian besar sektor saham-saham," ujar Dave Lutz, managing director Stifel Nicolaus seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/3/2010).

Sentimen negatif juga datang dari Pfizer yang sahamnya merosot 1,6% setelah obat Alzheimer yang dikembangkannya tidak memenuhi uji klinis tahap akhir. Saham Pfizer menjadi saham utama yang menggelayuti indeks Dow Jones.

Pada perdagangan Rabu (3/3/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 9,22 poin (0,09%) ke level 10.396,76. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 0,48 poin (0,04%) ke level 1.118,79 dan Nasdaq melemah 0,11 poin ke level 2.280,68.

Saham-saham sektor kesehatan langsung merosot setelah Presiden Obama mengatakan akan tetap meneruskan rancangan aturan kesehatan baru. Menurutnya, isu tersebut terlalu penting untuk ditunda karena masalah politik setelah hampir setahun ada penundaan. Saham Merck & Co turun 0,5%.

Obama juga akan meneruskan draf UU yang dinamakan "Volcker Rule", dimana nantinya bank-bank akan dilarang melakukan 'propietary trading' dan perusahaan-perusahaan finansial besar lain nantinya akan terhambat aktivitasnya. Saham Goldman Sahch yang memiliki bisnis 'propietary trading' turun 0,6%.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,79 miliar, lebih rendah dari rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads