Pasar saham mengalami kenaikan setelah Federal Reserve menyatakan pasar kerja membaik, di sisi lain presiden Barrack Obama menekan pembuat kebijakan untuk memperbaiki health-care industry dan mempersiapkan congress untuk mengatur kebijakan untuk perbankan Indeks Standard & Poor's 500 naik kurang dari 0.1% ke 1,118.79. Dow Jones Industrial Average (-0.1%) ke 10,396.76.
Regional Pagi: Bursa saham Asia bergerak fluktuatif, seiring menguatnya perusahaan komoditas setelah naiknya harga minyak dan logam serta laporan yang mengindikasikan pertumbuhan lapangan pekerjaan dan industry layanan di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commodity: Harga minyak mentah mendekati US$ 81 per barel, setelah tingkat utilisasi kilang di US meningkat ke level tertinggi sejak Oktober. Harga minyak pengiriman bulan April diperdagangkan dilevel US$ 80.80, melemah tipis (-0.1%), setelah sebelumnya mencapai US$ 80.94 per. Crude Oil (-0.1%) $80.8/bbl, Gold (-0.2%) $1,137/oz, CPO (-0.4%) 2,616RM/MT, Nickel (+2.7%) $22,8450/MT, TIn (+1.5%) $17,350/MT.
Economic & Industrial News
Politic: Peta Dukungan Opsi A dan Opsi C
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat semalam, Rabu 3 Maret 2010, memutuskan sikap soal kasus Century sesuai dengan Opsi C. Hanya fraksi Demokrat yang secara bulat mendukung Opsi A yang berpendapat tidak ada masalah dengan kebijakan bail out Bank Century.
Berikut peta dukungan Opsi A:
- 148 atau seluruh anggota Fraksi Demokrat
- 45 dari 46 anggota Fraksi Partai Amanat Nasional
- 25 dari 28 anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Total dukungan: 218 legislator
Berikut peta dukungan Opsi C:
- 104 dari 106 anggota Fraksi Golkar
- 90 dari 94 anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
- 56 dari 57 anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
- 33 dari 38 anggota Fraksi PPP
- 1 dari 28 anggota Fraksi PKB
- 25 dari 26 anggota Fraksi Gerindra
- 17 atau seluruh anggota Fraksi Hanura
Total dukungan: 326 legislator.
Economic: Batas minimal KPD bagi MI berpeluang diturunkan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membuka peluang diturunkannya batas minimal investasi di dalam kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund) bilateral dari Rp25 miliar. Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany menjelaskan wacana itu timbul karena adanya keberatan beberapa pelaku manajer investasi yang mengeluhkan tingginya batas minimal yang diusulkan otoritas pasar modal dalam draf peraturan Bapepam-LK No.V.G.6, sebesar Rp25 miliar.
Economic: Target Lelang Sukuk Bakal Lebih Rendah
Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada bulan lalu boleh saja tidak sukses. Rencananya, Selasa (9/3) pekan depan, pemerintah akan melelang 4 seri sukuk. Kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 1 T. Angka tersebut lebih rendah ketimbang target lelang surat utang negara pada umumnya. Kepala Sub Direktorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah, mengatakan target lelang sukuk ini memang berbeda dengan lelang SUN pada umumnya.
Banking: Pinjaman Valas Bank Bakal Tumbuh
BI optimistis pada tahun ini pertumbuhan pinjaman valuta asing perbankan nasional akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang justru menurun. Pinjaman valas diperkirakan bisa menyamai pertumbuhan kredit industri perbankan sebesar 20%.Deputi Direktur Direktorat Internasional BI mengatakan berdasarkan indikator makro ekonomi pada 2010 dan data historis diprediksikan ada peningkatan pinjaman luar negeri yang signifikan.
Corporate news
BUMI: Anak Usaha Melakukan Merger
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan merger anak usaha non batubara ke dalam PT Bumi Resources Mineral (BRM). Perseroan juga akan memperkuat modal BRM guna mengkonsolidasi anak usaha tersebut. BUMI akan menguasai 99,99% saham BRM. Anak usaha non batubara yang sahamnya dikonsolidasikan ke dalam BRM antara lain Lemington Investmnet (pemilik Bumi Mauritania SA dan Konblo Bumi Inc), Calipso Investment (pemegang saham Herald Resources), PT Citra Palu Minerals, dan PT Multi Capital (pemegang saham PT Newmont Nusa Tenggara).
BNBR: Investor Jepang Minati Saham Bakrieland
Sejumlah perusahaan asal Jepang berminat untuk masuk menjadi pemegang saham BNBR, di samping menjadi mitra untuk proyek-proyek yang dikembangkan perseroan. Presiden Direktur BNBR, Hiramsyah S. Thaib menuturkan perusahaan Jepang tersebut berminat untuk membeli treasury stock, atau saham hasil buyback perseroan yang dilaksanakan pada tahun ini.
MPPA: Tunda RUPS, Matahari Gelar Paparan Publik 5 Maret 2010
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) memutuskan untuk menunda RUPSLB yang sebelumnya diagendakan pada hari Kamis (4/3/2010). Perseroan akan paparan publik (public expose), pada hari Jumat (5/2/2010) di BEI.
LPPF: CIMB Group belum setujui kredit Matahari Departement Store
CIMB Group, induk PT CIMB Niaga Tbk, ternyata belum menyetujui pemberian kredit senilai total Rp3,25 triliun
kepada PT Matahari Department Store Tbk (MDS). Seorang eksekutif yang terlibat dalam proses itu menyatakan dengan tidak adanya persetujuan itu, ada kemungkinan CIMB Niaga membatalkan fasilitas kreditnya ke MDS, seraya menarik diri dari konsorsium yang dibentuknya bersama Standard Chartered Bank Indonesia.
BBRI: Targetkan Kredit untuk BUMN Rp32,5 Triliun
PT Bank Rakyat Indonsia Tbk (BRI) menargetkan realisasi kredit kepada BUMN mencapai Rp32,5 triliun tahun ini. Jumlah itu meningkat 25% dibanding 2009. Komitmen BRI untuk pembiayaan BUMN sebenarnya mencapai Rp40 triliun. Dari jumlah tersebut, yang sudah cair sebesar Rp26 triliun, menurut Direktur Bisnis Kelembagaan BRI Asmawi Syam.
UNTR: Anak Usaha Raih Utang US$ 130 Juta
PT United Tractors Tbk (UNTR), melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara (Pama), mengalokasikan capex sebesar US$ 400 juta. Kebutuhan belanja modal Pama akan didanai dari kas internal dan pinjaman bank.
BBKP: Kredit Tumbuh 20% Pada 2010
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan pertumbuhan kredit baru sebanyak 10-20% tahun ini. Target tersebut lebih besar dibanding pertumbuhan kredit tahun lalu yang dibawah 10%. Pada 2010, komposisi penyaluran kredit perseroan diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Sebanyak 60-70% dari total kredit masih akan diberikan untuk sektor UMKM. Sisanya sebanyak 20-30% disalurkan untuk sektor komersial dan 10% untuk kredit konsumer.
BBTN: Lunasi Obligasi Rp750 M
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan melunasi obligasi perseroan senilai Rp750 M pada Juli 2010. Pelunasan tersebut bakal dilakukan menggunakan kas internal perseroan. Obligasi yang bakal jatuh tempo itu adalah Obligasi XI Bank BTN tahun 2005 senilai Rp750 M. Obligasi yang jatuh tempo pada 6 Juli 2010 ini memberi bunga 12% per tahun, yang dibayarkan tiap tiga bulan.
MAPI: Bidik penjualan Rp4,98 triliun pada 2010
MAPI menargetkan penjualan tahun ini mencapai Rp4,98 triliun, atau tumbuh sekitar 15%-20% dibandingkan dengan perolehan pada 2009. Sekretaris Perusahaan MAPI Fetty Kwartati mengatakan manajemen menargetkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini sama besar dengan target tahun lalu yang sebesar 15%-20%.
TFCO: Teijin Akan divestasi 97,95% saham Tifico
Teijin Limited, pemegang saham pengendali PT Teijin Indonesia Fiber Tbk (Tifico), akan menjual sebanyak 2,90 miliar saham atau 97,95% dari total saham disetor perseroan kepada empat calon pembeli. Berdasarkan keterangan resmi dari Tifico, harga jual seluruh saham yang dimiliki Teijin Limited itu akan ditentukan dari penyesuaian harga setelah peningkatan modal sebagai bagian dari transaksi konversi utang menjadi saham perseroan. Keempat calon pembeli saham Teijin itu adalah PT Prospect Motor, PT Hermawan Sentral Investama, PT Wiratama Karya Sejati, dan Pioneer Atrium Holdings Limited.
IPO: Evergreen dan Golden Prima Masuk Bursa
PT Evergreen Invesco dan PT Golden Prima Retailindo akan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) saham pada 2Q10. Golden Prima berencana melepas sekitar 30% saham. Target perolehan dana Rp50 miliar, yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi modal kerja. Sementara Evergreen berencana menargetkan perolehan dana sekitar lebih dari Rp100 miliar.
Rumor
Satu sumber mengingatkan agar investor mencermati pergerakan 7 saham group Bakrie, terutama BUMI. Dua hari terakhir,saham Group Bakrie cenderung bergerak menguat dan ada indikasi asing mulai kembali mengoleksi sahamnya. Namun, pelaku saham lain juga meningatkan agar berhati-hati karena ada isu menyebutkan bahwa laba bersih BUMI tahun 2009 bisa turun terkait membengkaknya biaya pengupasan batubara di tambang batubara KPC dan Arutmin.
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dikabarkan akan mengakusisi perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan yang diperkirakan dapat terealisasi pada 1Q10. Perseroan juga menganggarkan modal US$25 juta untuk pengembangan usaha tahun ini. Dua rencana tersebut dan kenaikan harga komoditas CPO diyakini akan memicu kenaikan saham ini. TBLA saat ini diperdagangkan dengan PER 5,3 kali dan PBV 1,4 kali.
Technical Picks
ELTY (235) – Trading BUY
INDY (2225) – Trading BUY
DILD (1200) – Sell on Strength
IKAI (355) – Speculative BUY.
(etr/qom)











































