Asing Jual Saham Rp 1,82 Triliun di Februari 2010

Asing Jual Saham Rp 1,82 Triliun di Februari 2010

- detikFinance
Kamis, 04 Mar 2010 15:47 WIB
Jakarta - Sepanjang bulan Februari 2010, para investor asing mencatat net jual saham sebesar Rp 1,82 triliun, menurun dibandingkan bulan Januari 2010 yang mengalami net beli Rp 580 miliar.

Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip, Kamis (4/3/2010).

BI mencatat, berbagai perkembangan di pasar keuangan global menekan pasar keuangan domestik, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Februari 2010 melemah 2,37% dan ditutup di level 2.549,03. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan IHSG diikuti oleh aliran keluar modal asing dan turunnya likuiditas pasar saham meskipun terbatas. Hal tersebut terjadi menyusul perkiraan negara berkembang cenderung akan menerapkan exit policy lebih awal dibandingkan dengan negara maju.

"Isu tersebut mendorong modal asing untuk keluar meskipun dalam beberapa pekan terakhir arus modal asing mulai membukukan net beli. Selama Februari 2010 investor asing mencatat net jual sebesar Rp 1,82 triliun, turun dibandingkan dengan Januari 2010 yang mengalami net beli sebesar Rp 0,58 triliun," ujar laporan tersebut.

Perkembangan tersebut juga diikuti oleh penurunan volume perdagangan di bursa domestik selama Februari 2010. Volume rata-rata perdagangan turun menjadi Rp 3,69 triliun per hari, lebih rendah dari posisi Januari yang mencatat volume rata-rata perdagangan per hari sebesar Rp 3,95 triliun.
         
Dinamika di pasar keuangan global diwarnai oleh berbagai pemasalahan antara lain defisit kawasan Eropa, jatuhnya indeks kepercayaan konsumen AS dan masih terbukanya beberapa skenario exit policy global.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar keuangan global kembali dikhawatirkan oleh isu penyelesaian permasalahan fiskal di negara-negara yang tergabung dalam PIGS (Postugal, Italia, Yunani, dan Spanyol). Dari AS, pasar keuangan dilanda kecemasan terhadap jatuhnya indeks kepercayaan konsumen AS yang mencapai level terendah dalam 10 bulan terakhir.

Sementara itu, dari Asia, peningkatan giro wajib minimum (GWM) untuk kedua kalinya oleh China memberikan sinyal exit policy akan dilakukan lebih awal di emerging market.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads