Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif Bapepam-LK pada 25 Februari 2010. Masa penawaran telah dilaksanakan pada 2-3 Maret 2010. Pencatatan di BEI (listing) akan dilangsungkan pada 8 Maret 2010.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Jumat (5/3/2010), saham perusahaan afiliasi dengan grup Djarum ini bernilai nominal Rp 500 per saham. Harga IPO dibanderol sebesar Rp 1.050 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarana Menara merupakan pemegang 99,9992% saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Pemegang saham Protelindo lainnya adalah PT Tricipta Mandhala Gumilang (0,0004%) dan PT Caturguwiratna Sumapala (0,0004%).
Semula, Protelindo yang akan mencatatkan 285,36 juta sahamnya di BEI sebelum akhir Desember 2009. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum dapat terlaksana.
Rupanya, rencana berubah. Sarana Menara sebagai induk usaha Protelindo yang akan melaksanakan IPO. Namun belum ada keterangan mengenai target dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini.
Sebagai catatan, semula dana IPO Protelindo bakal digunakan untuk untuk membayar sebagian kewajiban dari pinjaman senilai US$ 360 juta dan Rp1,18 triliun yang diteken pada 26 November 2008.
Melalui perjanjian itu, Protelindo memperoleh fasilitas pinjaman dari ABN AMRO Bank NV Singapura, Chinatrust Commercial Bank, CIMB Bank Singapura, DBS Bank, Standard Chartered Bank, OCBC, BCA, dan Bank Mandiri.
Dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dipakai untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi, serta melunasi pinjaman ke DBS Bank, Standard Chartered Bank, BCA, dan Bank Permata.
(dro/dnl)











































