Sarana Menara Akuisisi 3.692 Menara Hutchison

Sarana Menara Akuisisi 3.692 Menara Hutchison

- detikFinance
Senin, 08 Mar 2010 11:33 WIB
Sarana Menara Akuisisi 3.692 Menara Hutchison
Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menargetkan dapat menyelesaikan akuisisi 3.692 menara telekomunikasi milik Hutchison '3' pada akhir 2010.

"Mudah-mudahan sampai akhir tahun, finalisasi akuisisi menara Hutchison akan selesai akhir 2010. Jadi nanti kita akan punya 5000 menara," ujar President Director TOWR Adam Gifari saat ditemui di gedung Bursa Efek Indoenesia (BEI) SCBD Jakarta, Senin (8/3/2010).

Akuisisi tersebut, ujar Adam, dilakukan secara bertahap sejak tahun 2008. Hingga saat ini, perseroan telah mengakuisisi 3.000-an menara telekomunikasi milik Hutchison. Jumlah menara telekomunikasi TOWR saat ini telah mencapai 4.410 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pertumbuhan menara 20-30%, menjadi sekitar 4.000 tower," paparnya.

Ditambahkan Corporate Secretary perseroan, Arif Pradana, dari total dana yang dihimpun pada Initial Public Offering (IPO) TOWR Rp 117,844 miliar, sebanyak Rp 40 miliar akan digunakan untuk melunasi kewajiban Protelindo.

"Dari IPO, sekitar Rp 40 miliar untuk melunasi kewajiban di anak usaha, kepada kreditur peserta sidikasi dalam Senior Facility Agreement US$ 360 juta dan Rp 1,18 triliun, tertanggal 26 November 2008," ucap Arif.

Melalui perjanjian itu, Protelindo memperoleh fasilitas pinjaman dari ABN AMRO Bank NV Singapura, Chinatrust Commercial Bank, CIMB Bank Singapura, DBS Bank, Standard Chartered Bank, OCBC, BCA, dan Bank Mandiri.

Dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dipakai untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi, serta melunasi pinjaman ke DBS Bank, Standard Chartered Bank, BCA, dan Bank Permata.

Sarana Menara Nusantara merupakan pemegang 99,9992% saham Protelindo. Sementara sisanya dimiliki oleh PT Tricipta Mandhala Gumilang (0,0004%) dan PT Caturguwiratna Sumapala (0,0004%).

Semula, Protelindolah yang akan mencatatkan 285,36 juta sahamnya di BEI sebelum akhir Desember 2009. Namun hingga saat ini, rencana tersebut tidak dapat terlaksana.

Rupanya, rencana berubah. Sarana Menara sebagai induk usaha Protelindo yang akan melaksanakan IPO. Namun belum ada keterangan mengenai target dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini.

"Itu kan fleksibel. Untuk ekspansi bisa dari holding atau anak usaha (IPO)," terang Adam.


(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads