"Ya kami akan restrukturisasi hutang kita, yang sekarang diposisi Rp 1 triliun. Kita akan maksimalkan, dari posisi hutang jangka pendek menjadi jangka panjang," ujar Wakil Presiden Direktur SULI David di Hotel Manhaten Jalan DR Satrio Jakarta Selasa (9/3/2010).
Menurutnya, hutang yang akan direstrukturisasi didominasi pinjaman perbankan. Proses restrukturisasi ditargetkan akan selesai pada akhir 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Corporate Secretary SULI, Hasnawiyah Kono, perseroan memang sedang melakukan pengajuan perpanjangan masa pengembalian hutang kepada beberapa perbankan. Jumlahnya mencapai US$ 42 juta.
"Akan ada penjadwalan ulang yang akan jatuh tempo, sedang diproses," paparnya.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, posisi hutang jangka pendek perseroan didapat dari empat bank, diantaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Bangkok Bank PCL cabang Jakarta, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
Pinjaman mata uang asing dari CIMB Niaga sebesar Rp 77,44 miliar. Bangkok Bank sebesar Rp 28,26 miliar, Bank Danamon Rp 53,24 miliar dan HSBC Rp 28,99 miliar. Untuk pinjaman dalam rupiah, perseroan mempunyai kewajiban melunasi kepada CIMB Niaga sebesar Rp 75 miliar.
Sedangkan untuk pinjaman anak usaha, tercatat sebesar Rp 10,38 miliar. Terdiri dari pinjaman mata uang asing Rp 8,96 miliar dan dalam rupiah Rp 1,47 miliar. Pinjaman anak perusahaan tersebut didapat seluruhnya dari CIMB Niaga.
Β
(wep/dro)











































