"Kita akan masuk lewat rights issue, tapi itu tergantung pemerintah (pemegang saham)," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Ia mengatakan, perusahaan plat merah itu hanya mengincar saham minoritas saja di Bank Bukopin. Hotbonar mengaku pihaknya sudah menganggarkan dana sekitar Rp 900 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan minatnya membeli saham Bukopin, maka dapat dipastikan Jamsostek akan bersaing dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang juga telah menyatakan minatnya untuk masuk. Hotbonar mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah selama keduanya bisa bersaing secara sehat.
BBKP baru saja melaksanakan rights issue sebanyak 286.050.768 saham baru atau setara dengan 4,76% dari jumlah saham BBKP pada harga Rp 415 per saham. Total dana yang diserap pada rights issue yang telah selesai dilaksanakan Desember 2009 ini mencapai Rp 118,711 miliar.
Rencananya, pada tahun 2010 BBKP akan kembali menggelar rights issue. Selain Jamsostek dan BRI, sejumlah investor dari Cina, Korea, Timur Tengah dan Jepang berminat menyerap rights issue perseroan di tahun 2010.
Secara terpisah, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto mengaku hingga saat ini pemerintah belum menerima laporan dari dua BUMN itu terkait rencana pembelian saham Bank Bukopin.
Menurutnya, keduanya dipastikan tidak mengincar saham pemerintah di Bukopin, karena setiap pelepasan saham pemerintah membutuhkan proses yang panjang.
"Kita harus ajukan untuk privatisasi di awal tahun kalau mau melepas," katanya.
Β
(ang/dro)











































