Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 10 Mar 2010 09:35 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones : Pasar saham di AS menguat tepat pada peringatan 1 tahun S&P 500 menyentuh titik terendah pada tahun 2009, investor masih berkeyakinan bahwa ekonomi global akan terus membaik. The S&P 500 (+0.2%) ke level 1,140.45 , sementara indeks Dow Jones Industrial Average naik 11.86 poin (+0.1%) menjadi 10,564.38. Kenaikan bursa dipimpin oleh saham-saham AIG, United Technologies Corp., General Electric Co. dan AT&T Inc.

Regional Pagi: Bursa saham Asia bergerak fluktuatif seiring meningkatnya kepercayaan konsumen Australia. Namun, sector pengapalan melemah setelah turunnya tarif transport kargo, untuk pertama kalinya dalam hampir 2 pekan. Virgin Blue Holdings Ltd., (+4%) David Jones Ltd., (+1.2%), STX Pan Ocean Co (-1.9%) di Seoul,dan Kawasaki Kisen Kaisha Ltd. (-1.7%) di Tokyo. S&P/ASX 200 (-0.14%) 4813 Nikkei 225 (-0.06%) 10560 Kospi (-0.18%) 1657 STI (+0.4%) 2850

Commodity: Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada $81.33 per barel, turun 16 sen. Hal ini dipicu oleh meningkatnya persediaan minyak, setelah laporan American Petroleum Institute menunjukan persediaan minyak naik 6.5 juta barel dan Departemen Energy AS meramalkan supply minyak bisa kembali membengkak sebanyak 2 juta barel lagi. WTI Crude (-0.4%) $ 81.1/barrel, Gold (unc) USD 1,121/t oz, CPO (+0.8%) RM 2,703/MT, Nickel (-0.2%) USD 22,250/MT, Tin (+1.4%) USD 17,550/MT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Economic: Dalam Sebulan Utang RI Tambah Rp 27,58 Triliun

Dalam 1 bulan pertama di 2010, jumlah utang pemerintah bertambah Rp 27,58 triliun, dari Rp 1.590,66 triliun di akhir 2009 menjadi Rp 1.618,24 triliun di akhir Januari 2010. Dalam denominasi dolar AS jumlah utang pemerintah sampai akhir Januari 2010 mencapai US$ 172,8 miliar, naik dibandingkan posisi akhir 2009 yang besarnya US$ 169,22 miliar. Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 65,36 miliar dan surat berharga US$ 107,44 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 5.981,37 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga Januari 2010 mencapai 27%.

Economic: Cadangan Fiskal Turun

Pemerintah menurunkan alokasi anggaran cadangan risiko fiskal menjadi Rp2 T dalam RAPBN-P 2010 yang penggunannya dikhususkan untuk cadangan stabilisasi harga pangan dan risiko kenaikan harga tanah (land capping). Dalam dokumen Nota Keuangan dan RAPBN-P 2010 disebutkan dana cadangan risiko fiskal turun dari Rp8,62 T dalam APBN 2010 menjadi Rp2 T. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyebutkan pemerintah telah melakukan kajian terkait potensi risiko dari deviasi asumsi makro terhadap defisit anggaran negara.

Economic: Target PPN Impor Turun Rp19,71 T

Pemerintah menurunkan target penerimaan pajak PPN impor dalam RAPBN-P 2010, padahal sebelumnya pos penerimaan itu diharapkan dapat mengompensasi turunnya pemasukan dari pos bea masuk. Pendapatan dari pos bea masuk dipastikan turun akibat dari pemberlakuan ACFTA mulai tahun ini. Dari dokumen Nota Keuangan dan RAPBN-P 2010 yang diperoleh Bisnis beberapa waktu lalu, diketahui pemerintah menurunkan target setoran pajak pertambahan nilai (PPN) impor sebesar Rp19,71 T menjadi Rp82,45 T dari Rp102,17 T dalam APBN 2010.

Economic: Pemerintah Naikkan Target Dividen dari BUMN

Pemerintah menaikkan target penerimaan yang berasal dari bagian pemerintah atas laba BUMN (dividen) dalam RAPBN-P 2010 sebesar 16,7% atau naik Rp4 T menjadi Rp28 T dari target Rp24 T dalam APBN 2010. Dalam dokumen Nota Keuangan dan RAPBN-P 2010 dijelaskan kenaikan target setoran dividen BUMN itu disebabkan oleh adanya tambahan penerimaan dari kebijakan penetapan payout ratio PT PLN sebesar 53,3% dari total perkiraan laba bersih 2009 sebesar Rp7,5 T.

Mining: Harga baja diprediksi melonjak 50%

Harga produk berbasis baja, seperti elektronik, otomotif, peralatan rumah tangga, dan tabung elpiji diperkirakan naik mulai Mei, seiring dengan kenaikan harga baja canai panas (hot-rolled-coils/HRC) pada April. Berdasarkan proyeksi IISIA ( Iron and Steel Industry Association), harga baja HRC di dalam negeri akan menyentuh US$900 per ton pada Juni. Artinya, harga tersebut melonjak 50% dibandingkan dengan harga pada Januari sebesar US$600 per ton.

Corporate news

ASII: Kapitalisasi Grup Astra Geser Grup Bakrie

Kapitalisasi grup Astra telah mencapai Rp 265,72 trilliun atau 12,22% dari kapitalisasi BEI, mengalahkan kapitalisasi Grup bakrie yang hanya mencapai Rp Rp 80,41 triliun. Kaptalisasi grup Astra dipimpin oleh ASII, berikut adalah kapitalisasi pasar grup Astra:
1. ASII: Rp 162,95 Triliun
2. UNTR: Rp 57,2 Triliun
3. AALI: Rp 39,9 Triliun
4. AUTO: Rp 5,16 Triliun
5. ASGR: Rp 465,3 Triliun.

SMGR: Laba Bersih 2009 Rp 3,2 Triliun dan Ditargetkan Tumbuh 10% pada Tahun Ini

Pada 2009, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun, dan pendapatan senilai Rp 14 triliun. Kenaikan didorong oleh peningkatan efisiensi perseroan serta kenaikan volume penjualan yang mencapai 18,2 juta ton. Dan, untuk tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10% dan penjualan naik 19%. Laba bersih tahun ini diperkirakan akan mengalami tekanan akibat ketatnya persaingan usaha.

JSMR: Laba 2009 Tumbuh 27,15%

JSMR memperkirakan realisasi laba bersih 2009 mencapai Rp900 miliar atau naik 27,15% dari laba bersih 2008 sebesar Rp707,79 miliar. Untuk 2010, pendapatan perusahaan pembangunan dan pengoperasian jalan tol ini ditargetkan mencapai Rp4,2 triliun. Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito mengatakan kenaikan realisasi laba bersih di 2009 ini didorong oleh mulai beroperasinya sejumlah tol baru.

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membutuhkan dana hingga empat tahun ke depan sedikitnya Rp25 triliun untuk membangun 250 km jalan tol di Pulau Jawa. Sekitar 150 km diantaranya merupakan jalan tol Trans-Jawa. Dengan ekuitas perseroan sekitar Rp6 triliun, porsi pinjaman perusahaan masih cukup besar. Sebagian proyek yang digarap perseroan menurut rencana dibiayai dari kas internal. Laba bersih perseroan sebelum di audit pada 2009 sekitar Rp900 miliar atau naik 27% dibanding 2008 sebesar Rp707,8 miliar. Angka itu melampaui target yang dipatok perseroan sebesar Rp750 miliar.

LPKR: Grup Lippo Akan Garap Taman Ria Senayan

Taman Ria Senayan, pusta hiburan yang dulu di tangani PT Ariobimi Laguna, namun sejak tahun 1998 terbengkalai akan segera dikelola oleh Grup Lippo. Theme Parke seluas 11 Ha ini akan dijadikan pusat bowling International dan perhotelan.

TLKM: Butuh Pinjaman Rp6-7 Triliun

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tahun ini membutuhkan pinjaman sekitar Rp6-7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan menyelesaikan utang yang jatuh tempo. Dirut Telkom Rinaldi Fimansyah mengatakan, dana pinjaman sebnayak Rp4 triliun siap dipenuhi oleh 4 bank lokal dan Rp2 triliun dari penebitan obligasi. Keempat bank tersebut adalah BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jabar Banten.

PTBA: Berminat Akuisisi Freeport Indonesia

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan minatnya dalam mengakuisisi 9,36% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal ini sehubungan dengan rencana Kementerian BUMN. Di sisi lain, perseroan menargetkan penjualan di 2010 naik sebesar 25-30%, karena anak usaha di Kalimantan sudah mulai berproduksi. Sementara untuk produksi naiknya sebesar 25%. Sebelumnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih belum mau memberikan tanggapannya mengenai rencana Kementerian BUMN yang mendorong perseroan untuk mengakuisisi saham di PT Freeport Indonesia (PTFI).

TINS: PT Timah minta penurunan setoran dividen 2009

PT Timah Tbk meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menurunkan besaran angka setoran dividen mereka kepada pemerintah tahun 2009. Alasannya, sisa dividen yang harusnya disetor ke negara, bisa untuk modal pengembangan usaha mereka. Direktur Utama PT Timah Tbk Wahid Usman meminta kementrian BUMN menurunkan setoran dividen 2009 menjadi 30% dari sebelumnya dipatok 50% dari total laba bersih timah.

BBNI: Akan Rights Issue 13% Saham

BNI siap menerbitkan 13% saham baru (rights issue) pada 3Q-4Q10 guna memperkuat rasio modal (CAR). Untuk mendukung pelaksanaan rights issue, manajemen bank meminta pemerintah untuk menunda pelepasan 3% saham ke investor private.

BKSL: Tambah Modal Jadi Rp13,5 Triliun

RUPSLB PT Sentul City Tbk (BKSL) mneyetujui rencana perseroan meningkatkan modal menjadi Rp13,5 triliun dari sebelumnya Rp4,25 triliun. Peningkatan modal merupakan salah satu agenda RUPSLB. Agenda rapat lainnya adalah meminta persetujuan mengenai maksud dan tujuan perusahaan, serta kewenangan redaksi. Sebelumnya, Sentul City berhasil mendapat persetujuan dari pemegang saham terkait akusisi 88,56% sahamBukit Jonggol Asri senilai Rp1,45 triliun. Dana akuisisi berasal dari hasil right issue sebesar Rp1,5 triliun.
 

EXCL: Lindungi Utang US$ 514 Juta

PT XL Axiata Tbk (EXCL) melakukan lindung nilai (hedging) utang asing senilai US$ 514,07 juta (Rp 4,83 triliun), atau setara dengan 80% total utang dalam dolar yang per Desember 2009 mencapai US$ 642,59 juta. Lindung nilai dilakukan untuk meminimalkan risiko kurs, karena perseroan menanggung beban utang asing besar sedangkan pendapatan sepenuhnya dalam rupiah.

Earning Watch

LSIP: Laba Bersih 2009 Sebesar Rp 707,49 Miliar VS Rp 927,56 Miliar

Produsen minyak sawit PT London Sumatra Indonesia (LSIP) mencatatkan penurunan laba bersih pada 2009 sebesar 24% yang disebabkan oleh merosotnya penjualan. Laba bersih untuk periode Januari-Desember 2009 turun menjadi Rp 707,49 miliar dari Rp 927,56 miliar pada tahun sebelumnya. Penjualan turun sebesar 17% menjadi Rp 3,2 triliun dari Rp 3,85 triliun pada akhir 2008 yang disebabkan merosotnya harga minyak sawit.

Rumor

Satu sumber menyebutkan, potensi penguatan saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) masih cukup lebar dengan nilai ideal Rp185. Harganya masih cukup murah dan pergerakannya jauh tertinggal dibandingkan saham satu sektor dan Grup Bakrie lainnya. Kinerja keuangan tahun 2009 diperkirakan cukup bagus, seiring kemajuan bisnis seluler.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berniat mengakusisi 99% saham PT Karya Cemerlang Persada. Akusisi perusahaan tambang itu akan dilakukan oleh anak perusahaan, yaitu PT Kuansing Inti Makmur. Presdir Dian Swastatika Krisnan Cahya mengungkapkan, nilai akusisi Karya Cemerlang sekitar Rp12 miliar.

Earning Watch

LSIP: Laba Bersih 2009 Sebesar Rp 707,49 Miliar VS Rp 927,56 Miliar

Technical Picks

  • AALI (25350) –  Buy
  • ELTY (250) – Trading Buy
  • BISI (1400) – Buy
  • LSIP (9200) – Trading Buy.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads