"Bulan ini harus sudah ada (underwriter). Secepatnya kita seleksi," kata Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja usai penandatanganan kerjasama dengan Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Ia mengatakan, nilai surat utang yang akan diterbitkan mencapai Rp 600 miliar. Namun, angka tersebut masih disesuaikan dengan kondisi pasar dan berpotensi naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, subdebt itu akan diterbitkan dalam denominasi rupiah. Namun, tidak menutup kemungkinan juga akan diterbitkan dalam denominasi Dolar Amerika Serikat.
"Nanti kita lihat yang lebih baik setelah pilih underwriter. Kemungkinan antara keduanya selalu ada, tapi biasanya lebih efisien rupiah," ujarnya.
Ia mengaku optimistis surat utangnya bisa terserap oleh pasar meskipun banyak bank yang berencana menerbitkan subdebt tahun ini. Bank-bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk dan lain-lain.
(ang/dnl)











































