Setoran Dividen BUMN Tambang Dikurangi Jadi 35%

Setoran Dividen BUMN Tambang Dikurangi Jadi 35%

- detikFinance
Rabu, 10 Mar 2010 12:53 WIB
Jakarta - Setoran Dividen BUMN di sektor pertambangan diturunkan menjadi 35%, besaran setoran dividen ini akan ditarik atas pencapaian laba bersih tahun 2009.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, jika dibandingkan dengan rasio deviden BUMN 2009 yang sebesar 50%, maka rasio dividen sebesar 35% menurun. Namun Mustafa mengatakan pemerintah bisa menyetujui penurunan dividen ini dengan satu syarat BUMN tersebut harus bisa meningkatkan investasinya tahun ini.

"Masing-masing perusahaan akan kita nilai apakah ada prospek menaikkan investasi atau rata rata saja. Kalau menaikkan investasi, dividen yang disetor cukup 35 persen. Kalau yang normal saja berlaku 50 persen," katanya di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M Thamrin, Jakarta, Rabu (10/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pengurangan setoran dividen tersebut diharapkan bisa membantu pemenuhan belanja modal alias capital expenditure BUMN tahun ini, terutama BUMN yang memerlukan dana untuk menyelesaikan beberapa proyek.

"Bukit Asam (PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk) mereka perlu menambah angkutan barubara dengan railway, ada juga rencana pembangunan pelabuhan altrnatif transportasi. Jadi PTBA ini salah satu yang mendaftar untuk menambah capex," ungkapnya.

Tahun lalu, tiga BUMN pertambangan sudah menyetor dividen lebih dari 40 persen dari laba bersih tahun buku 2008. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyetor dividen Rp 57,37 per saham senilai Rp 525 miliar. Dividen ini setara 40 persen dari laba bersih tahun buku 2008 sebesar Rp 1,313 triliun.

Sementara PTBA menyetor Rp 853 miliar atau setara dengan Rp 371 per lembar setara dengan 50 persen dari laba tahun 2008. Sedangkan PT Timah Tbk (TINS) membagikan dividen Rp 133 per saham setara Rp 671 miliar atau 50 persen dari laba bersih 2008 sebesar Rp 1,34 triliun.

Mustafa mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang mengkaji setoran dividen BUMN secara keseluruhan. Hal ini akan disesuaiakn dengan kebutuhan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 nanti.

"Nanti kita lihat sektor mana yang layak diambil dividen 50 persen," jelasnya.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads