Medco Investasi US$ 400 Juta di Libya

Medco Investasi US$ 400 Juta di Libya

- detikFinance
Rabu, 10 Mar 2010 13:39 WIB
Medco Investasi US$ 400 Juta di Libya
Jakarta - PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) akan mengucurkan investasi senilai US$ 400 juta untuk penggarapan proyek ladang minyak di Libya. Total nilai proyek ini mencapai US$ 800 juta.

Menurut Presiden Komisaris MEDC Hilmi Panigoro, penggarapan proyek tersebut tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah setempat.

"Perkembangan dengan LIA, tinggal menunggu commercial approval. Kalau di sini (Indonesia) itu POD (Plan of Development)," ujarΒ  saat ditemui di hotel Ritz Calton Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Rabu (10/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proyek ini, MEDC akan bekerja sama dengan Libya bersama Libyan Investment Authority (LIA) dengan kepemilikan masing-masing 50%. Dengan total nilai proyek senilai US$ 800 juta, maka investasi yang harus disiapkan MEDC mencapai US$ 400 juta.

"Itu 50:50 dengan pemerintah Libya. Nantinya bisa dapat memproduksi 50 barel per hari (bpd)," paparnya.

Medco telah mencadangkan dana untuk investasi di Libya. Sumbernya dana merupakan fasilitas reservable landing.

Ia menambahkan, setelah penandatanganan Join Venture antara anak usaha perseroan, PT Medco International Ventures Limited engan LIA, maka perseroan siap melakukan tahap pembangunan di bulan Maret 2010.

"Maret ini kalau sudah akan tahap pembangunan. Tapi kan tidak langsung kontribusi saat ini juga, bisa tiga tahun lagi," ucapnya.

Sementara itu, untuk target produksi tahun 2010, perseroan menargetkan dapat menghasilkan minyak 31 ribu bpd. Angka tersebut sangat konservatif, mengingat belum adanya blok-blok baru lagi yang sedang diincar MEDC.

"Dari laporan per hari ini aja, produksi minyak sudah 32 ribu bps. Avarrage produksi ya 31 ribu bps," tambahnya.

Blok Singa Mulai Produksi April 2010

Perseroan juga menegaskan bahwa, blok Singa yang berada di Kawasan Laut Jawa sudah mulai beroperasi pada bulan April 2010. Kapasitas produksinya sendiri mencapai 50 juta kubik (mmcfd).

"Produksi kita saat ini 130 mmcfd. Nantinya jika ini berjalan akan jadi 180 mmcfd, tapi tidak di tahun ini," tegasnya.

Sementara untuk target produksi gas, perseroan membidik di level 137 mmcfd. Namun dari laporan hari ini, perseroan sudah mencatat produksi 141 mmcfd.

"Target gas sekitar 137 mmcfd. Untuk gas dan minyak, kami pastikan akan flat dalam tiga tahun ke depan, karena tidak ada yang baru. Namun kami harapkan dan saya yakin, revenue akan membaik karena migas yang naik," imbuhnya.

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads