Menurut Presiden Komisaris MEDC Hilmi Panigoro, penggarapan proyek tersebut tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah setempat.
"Perkembangan dengan LIA, tinggal menunggu commercial approval. Kalau di sini (Indonesia) itu POD (Plan of Development)," ujarΒ saat ditemui di hotel Ritz Calton Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Rabu (10/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu 50:50 dengan pemerintah Libya. Nantinya bisa dapat memproduksi 50 barel per hari (bpd)," paparnya.
Medco telah mencadangkan dana untuk investasi di Libya. Sumbernya dana merupakan fasilitas reservable landing.
Ia menambahkan, setelah penandatanganan Join Venture antara anak usaha perseroan, PT Medco International Ventures Limited engan LIA, maka perseroan siap melakukan tahap pembangunan di bulan Maret 2010.
"Maret ini kalau sudah akan tahap pembangunan. Tapi kan tidak langsung kontribusi saat ini juga, bisa tiga tahun lagi," ucapnya.
Sementara itu, untuk target produksi tahun 2010, perseroan menargetkan dapat menghasilkan minyak 31 ribu bpd. Angka tersebut sangat konservatif, mengingat belum adanya blok-blok baru lagi yang sedang diincar MEDC.
"Dari laporan per hari ini aja, produksi minyak sudah 32 ribu bps. Avarrage produksi ya 31 ribu bps," tambahnya.
Blok Singa Mulai Produksi April 2010
Perseroan juga menegaskan bahwa, blok Singa yang berada di Kawasan Laut Jawa sudah mulai beroperasi pada bulan April 2010. Kapasitas produksinya sendiri mencapai 50 juta kubik (mmcfd).
"Produksi kita saat ini 130 mmcfd. Nantinya jika ini berjalan akan jadi 180 mmcfd, tapi tidak di tahun ini," tegasnya.
Sementara untuk target produksi gas, perseroan membidik di level 137 mmcfd. Namun dari laporan hari ini, perseroan sudah mencatat produksi 141 mmcfd.
"Target gas sekitar 137 mmcfd. Untuk gas dan minyak, kami pastikan akan flat dalam tiga tahun ke depan, karena tidak ada yang baru. Namun kami harapkan dan saya yakin, revenue akan membaik karena migas yang naik," imbuhnya.
Β
(wep/dro)











































