Menurut VP Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra, kontrak jasa pemeliharaan sumur produksi tersebut menggunakan unit hydraulic workover, snubbing, dan well testing barge dalam pengerjaan proyek ini.
"Total nilai kontrak-kontrak proyek ini adalah US$ 20 juta," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Rabu (10/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Elnusa juga sedang menggarap proyek berupa jasa operasi dan perawatan untuk sistem jalur pipa dan fasilitas produksi dengan nilai mencapai US$ 6,27 juta. Kontrak tersebut berada di Jawa dan Sumatera.
"Dengan demikian kontrak oilfield yang sedang dikerjakan Elnusa telah mencapai US$ 55.19 juta," katanya.
Lanjut Heru, demi memperkuat bisnis utama perseroan di jasa hulu migas terintegrasi dan untuk terus pertumbuhan bisnis, Elnusa menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 70 juta untuk tahun 2010. Sumber dana didapat dari kombinasi dana internal dan pinjaman dari perbankan atau pihak ketiga lain.
Pada tahun 2010, perseroan membidik pertumbuhan 29%, atau sekitar Rp 4,46 triliun pada pendapatan mereka. Perolehan kontrak-kontrak jasa hulu migas terintegrasi dan meningkatnya utilisasi peralatan yang telah diinvestasikan perseroan akan mendorong pertumbuhan pendapatan usaha yang solid pada tahun 2010.
Terlebih pada saat ini Perseroan telah memiliki rig super modern yang sedang beroperasi di Kalimantan serta peralatan workover yang sedang beroperasi di lautan.
(wep/dnl)











































