Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Perusahaan ADHI Kurnadi Gularso di acara Ulang Tahun Adhi Karya di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/3/2010) malam.
"Tahun ini di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) kita targetkan bisa mengerjakan 5 ruas jalan tol," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya kita lagi akan kerjakan 5 ruas, tapi saya belum bisa buka namanya," tambahnya.
Dalam mengerjakan proyek jalan tol tersebut, emiten berkode ADHI itu akan menggunakan teknologi Adhi Concrete Pavement System (ACPS). Teknologi yang dikembangkan oleh perseroan itu adalah sistem perkerasan kaku modular yang menggunakan metode beton pracetak dengan perkuatan pratekan.
Ada beberapa keuntungan yang didapat ketika pembangunan jalan menggunakan ACPS tersebut, antara lain waktu konstruksi yang lebih cepat, kualitas mutu dan daya tahan lebih tinggi serta penggunaan sumberdaya yang lebih minim.
"Maka secara total biaya konstruksi dan pemeliharaan lebih kompetitif," ujarnya.
Produk ACPS tersebut saat ini sudah didaftarkan untuk mendapat paten dari Departemen Hukum dan HAM. Saat ini, perusahaan plat merah itu menjadi pemain jasa konstruksi infrastruktur jalan tol terbesar dengan market share sekitar 30 persen dari total jalan tol yang sedang dibangun.
Selain tol Kanci-Pejagan, BUMN Karya itu juga mengerjakan Tol Bogor Ring Road, Semarang-Baweam, termasuk Jembatan Suramadu dan lain sebagainya.
(ang/qom)











































