"Investasi setiap tol sekitar Rp 2 triliun. Kalau 2 ruas ya hitung sendiri. Tapi kita mitra, tidak berdiri sendiri," ujar Direktur Utama PTPP Musyanif saat ditemui sebelum acara ulang tahun emas 50 tahun PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta Rabu (10/3/2010) malam.
Dua ruas tol yang dimaksud adalah ruas Aloha - Tanjung Perak - Wonokromo serta ruas Serpong - Cinere. Saat ini, PTPP dan JSMR masih melakukan due diligence atas akuisisi 2 ruas tol tersebut. Pembangunan konstruksi dua ruas tol diharapkan bisa dimulai pada awal tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya menjelaskan, saat ini perseroan sedang fokus pada pengambilalihan dua ruas tol yang pembangunanan terbengkalai oleh pemilik sebelumnya. Meski demikian, perseroan tidak sebagai pemilik mayoritas. Maklum saja, PTPP juga menginginkan sebagai pelaksana proyek tol tersebut.
"Berdasarkan aturan yang berlaku, pemilik mayoritas tidak diperkenankan. Kita hanya punya 20%, Jasa Marga 55%, sisanya adalah pemilik lama 25%," kata Musyanif.
Kedua ruas tol tersebut, diakuisisi dari pemilik lama yaitu Theis (Serpong - Cinere) dan Waskita Karya (Aloha - Tanjung Perak - WonokromoI). Untuk setiap tol, ia memperkirakan investasi yang harus ditanggung sebesar Rp 2 triliun.
"Pemilik lama belum sempat dikerjakan tol ini. Nanti dana sekitar Rp 2 triliun. Kalau dua yang itung sendiri. Tapi kita mitra, nggak berdiri sendiri," imbuhnya.
JSMR sebagai mitra perseroan dan pemilik mayoritas atas kedua ruas tol ini kelak, juga menegaskan, bahwa proses akuisisi sedang berjalan.
Rencana akuisisi ini memang masih dalam tahap awal. Namun konsentrasi JSMR untuk menjadikannya sebagai pemilik mayoritas sudah dipastikan.
"Kami akan take over beberapa ruas tol dari investor yang tidak bisa membangun. JORR II dan di Jawa Timur. Kita akan jadi mayoritas," jelas Frans.
Sementara itu, hampir dapat dipastikan bahwa selama tahun 2009, PTPP berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 163 miliar dan pendapatan Rp 4,2 triliun.
"Laporan belum keluar, tapi perkiraan segitu," tambahnya.
Dan ditargetkan, laba akan bertumbuh pesat hingga 125%, menjadi Rp 366 miliar. Sedangkan pendapatan, juga akan tumbuh 50% menjadi Rp 6,3 triliun di tahun 2010.
Β
(dro/dro)











































