Menurut Presiden Direktur BTR Harya Mitra Hidayat, perolehan pendapatan perseroan selama 2010 masih dikontribusikan dari ruas tol Kanci - Pejagan yang baru dibuka akhir Januari 2010.
"Dari 5 ruas tol yang kami miliki, kan baru kanci-pejagan yang beroperasi. Revenue sekitar Rp 120-180 miliar, ini tergantung nantinya dari hasil tol," ujar Harya kepada detikFinance saat ditemui dalam acara ulang tahun emas 50 tahun PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Rabu (10/3/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perseroan tahun 2010 tetap fokus pada pembangunan beberapa ruas tol lain. Tol yang menjadi fokus konsesi adalah lima ruas tol terdiri atas ruas Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Ciawi-Sukabumi dan Pasuruan-Probolinggo.
Total lima ruas tersebut sekitar 300 kilometer, dengan nilai investasi mencapai Rp 15 triliun. Pendanaan akan menggunakan kombinasi kas internal 30% dan pendanaan eksternal seperti pinjaman dan obligasi atau mitra strategis sebesar 70%.
Saat ini prosesnya ada di tahap pembebasan lahan. Untuk itu, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini, memang difokuskan pada biaya penyediaan lahan.
"Capex kita sekitar Rp 350 miliar, untuk Pejagan - Pemalang dan Ciawi - Sukabumi. Namun kami targetkan, pembangunan tol Pejagan - Pemalang selesai 2 seksi. Biayanya sekitar Rp 120 miliar," tambahnya.
Sebelumnya, ELTY, induk usaha perseroan meyakini dapat meraih pendapatan sebesar Rp 50 miliar dari ruas tol Kanci-Pejagan, yang akan diluncurkan sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2009.
"Target kami pendapatan dari ruas Kanci-Pejagan sebesar Rp 50 miliar selama triwulan IV-2009," ujar Corporate Secretary ELTY, Nuzirman Nurdin.
Â
(wep/dro)











































