Saat ini pemegang saham EXCL adalah Axiata (86,5%), Etisalat (13,3%) dan masyarakat (0,23%). Kepemilikan publik di XL Axiata sangat rendah sehingga sahamnya tidak likuid.
Axiata dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Star, Jumat (12/3/2010) menjelaskan, pihaknya masih akan mempelajari opsi-opsi penggunaan dana dari hasil penjualan saham di XL Axiata itu. Namun hasilnya bisa digunakan untuk menurunkan utang Axiata, pembagian dividen atau kombinasi keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Axiata tercatat memiliki utang lebih dari 10 miliar ringgit, namun perusahaan Malaysia itu mengaku memiliki dana yang cukup untuk membayar utangnya.
Namun penurunan kepemilikan saham di XL Axiata diperkirakan akan memangkas kontribusi laba ke Axiata. Saat ini XL Axiata tercatat memberikan kontribusi hingga 36% EBITDA Axiata.
Ditambahkan Axiata, pelepasan saham ke publik itu juga ditujukan untuk mendukung perkembangan pasar saham Indonesia dan sejalan dengan komitmen Axiata di Indonesia.
"Pemegang saham kami dan pemegang saham XL dapat dijamin bahwa XL akan tetap menjadi anak usaha Axiata Group setelah penawaran ini dan kami akan tetap berkomitmen menjadi pemegang saham strategis XL," jelas Chief Executive Axiata Datuk Jamaludin Ibrahim. (qom/dnl)











































