Kedua saham berkapitalisasi besar itu sebelumnya telah menguat dengan sangat tajam. Saham Astra bahkan sebelumnya menembus level Rp 40.000 per lembar atau termahal dalam sejarahnya.
Mengawali perdagangan, IHSG stagnan bahkan sempat menguat tipis berkat dorongan saham-saham lapis kedua. Namun profit taking atas saham-saham berkapitalisasi besar akhirnya membuat IHSG terus menerus terdorong ke teritori negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mengalahkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai saham paling aktif. Saham PGN yang naik Rp 50 memiliki nilai transaksi Rp 261,7 miliar, sementara saham BUMI stagnan di Rp 2.525 dengan nilai transaksi Rp 201 miliar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 101.139 kali pada volume 9.725 juta lembar saham senilai Rp 4.133 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 81 saham turun dan 77 saham stagnan.
Transaksi hari ini diramaikan crossing sekitar 37,5% saham Elnusa oleh PT Benakat Petroleum Tbk di harga Rp 330 atau senilai Rp 894,81 miliar dengan broker Sinarmas.
Bursa-bursa regional juga bergerak cukup variatif.
- Indeks Shanghai melemah 37,87 poin (1,24%) ke level 3.013,41.
- Indeks Hang Seng melemah 18,46 poin (0,09%) ke level 21.209,74.
- Indeks Nikkei-225 menguat 86,31 poin (0,81%) ke level 10.751,26.
- Indeks Straits Times menguat tipis 10,15 poin (0,35%) ke level 2.884,06.
- Indeks KOSPI menguat tipis 6,12 poin (0,37%) ke level 1.662,74.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 200 menjadi Rp 33.000, PGN (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 4.025, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 80 menjadi Rp 940,
Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 39.000, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, United Tractor (UNTR) turun RP 150 menjadi Rp 17.250, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.750.
(qom/qom)











































