Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat untuk hari ketiga setelah meningkatnya penjualan ritel AS, yang mendorong kepercayaan terhadap pulihnya perekonomian global. Canon Inc., yang memperoleh 28% penjualannya dari Amerika, naik 1.9%. Honda Motor Co., produsen mobil terbesar kedua di Jepang, menguat 0.3%. Rio Tinto Group (+1%) di Sydney setelah melonjaknya harga logam di London. Nikkei 225 (+0.3%) 10,784 S&P/ASX 200 (+0.3%) 4,830 Kospi (+0.2%) 1,659 STI (+0.5%) 2894
Commodity: Harga minyak mentah diperdagangkan sedikit berubah pada harga US$81/barel menyusul spekulasi persediaan minyak dunia akan tetap tinggi dan jumlah produksi minyak akan melebihi permintaan. Permintaan yang masih rendah terjadi karena kebanyakan negara masih berjuang untuk keluar dari resesi global terburuk sejak perang dunia II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: S&P naikkan peringkat utang Indonesia
Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menaikkan peringkat surat utang jangka panjang valas (long-term foreigner currency) Indonesia dari BB minus menjadi BB dan long-term local currency tetap di BB+. Dengan peningkatan rating ini, Indonesia tinggal dua notch lagi menuju investment grade. Sovereign analyst utama S&P untuk Indonesia Agost Bernard, mengatakan bahwa fakor utama peningkatan rating adalah rasio utang pemerintah yang secara bertahap terus membaik, peningkatan cadangan devisa yang menunjang penurunan tingkat kerentanan terhadap shock, disertai historikal pengelolaan kebijakan fiskal yang berhati hati.
Banking: Tiga Bank Naik Peringkat
Perusahaan pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services (S&P) menaikan peringkat 3 bank nasional yaitu PT Bank Mandiri Tbk ( Mandiri), PT Bank CIMB Niaga Tbk , dan PT Bank Internatioanl Indonesia Tbk menjadi BB. Peringkat tiga bank tersebut stabil menajdi BB/Stable/B dibandingkan sebelumnya BB-/Positive/B. Peningkatan peringkat tersebut mengikuti kenaikan target kredit Indonesia.
Economic: Premi Industri Asuransi 2009 Tumbuh 20%
Berdasarkan data Bapepam LK yang belum diaudit, akhir tahun lalu asuransi nasional membukukan total premi bruto Rp89,48 triliun. Hasil tersebut tunbuh 20% dibandingkan tahun 2008.
Corporate news
TLKM: Siap Bagi Dividen Rp 5,68 Triliun
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) siap membagikan dividen hingga 50% dari perolehan laba bersih 2009, yang diprediksi sekitar Rp 11,15 triliun - Rp 11,36 triliun. Perseroan masih merampungkan proses audit laporan keuangan 2009, yang diproyeksikan akan selesai pada akhir bulan ini.
KIJA: Proyeksikan Pendapatan Naik 15%
PT KawasanIndustri Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan pendapatan usaha tahun ini meningkat sekitar 10-15% dibandingkan 2009. Tahun lalu, pendapatan konsolidasi perseroan diperkirakan turun dari 2008. Peningkatan pendapatan tahun ini akan berasal dari proyek-proyek perseroan yang sudah eksisting. Tahun ini perseroan juga akan menganggarkan capex sebesar Rp50-60 miliar. Anggaran itu akan dibiayai dari kas internal perseroan dan akan digunakan sebagai anggaran rutin untuk pembelian tanah dan properti.
BIPI: Jual surat utang untuk beli ELSA
Keinginan BIPI membeli saham ELSA dari tangan Tridaya Esata akhirnay terwujud. BIPI berhasil merampungkanpembelian 2,7 miliar atau 37,15% saham ELSA. Dananya dari pinjaman pemegang saham 55,57% saham BIPI, PT Indotambang Perkasa. Dana dari Indotambang perkasa diperoleh dari hasil penerbitan surat utang berjangka waktu satu tahun dan akan jatuh tempo taun 2011 .
EXCL: Saham XL Bisa Ditawarkan Dengan Diskon 10%
Pelepasan 20% saham PT XL Axiata Tbk oleh perusahaan induknya Axiata Group Berhard melalui private placement kemungkinan akan dilakukan pada harga diskon minimal 10%. Seorang manajer investasi lokal yang mengetahui informasi tersebut mengatakan diskon itu diberikan agar bisa menarik minat investor.
PTBA: Revisi Nilai Investasi Proyek Rel KA
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) kemungkinan besar merevisi nilai investasi proyek rel kereta api Banko Tengah-Lampung. Di sisi lain, Kementrian Negara BUMN meminta PTBA mencari mitra baru untuk mengembangkan infrastruktur rel KA tersebut. Nilai investasi proyek tersebut berubah dari perkiraan semula US$1,06 miliar.
PTPP: Keuntungan PP Bakal Melesat 5 Kali Lipat
Pasca melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada Februari, PTPP menargetkan laba bersihnya melonjak lima kali lipat di 2014. Perusahaan konstruksi ini mencetak laba bersih Rp163 miliar di 2009 sehingga laba bersihnya diperkirakan akan lebih dari Rp800 miliar di 2014. Menurut Direktur Utama PP, Musyanif, melalui strategi pengembangan bisnis di bidang energi dan jalan tol, PTPP yakin dapat meningkatkan laba menjadi lima kali lipat pada 2014.
ANTM: Biaya Eksplorasi, Antam Rogoh Rp7,3 Miliar
Kegiatan eksplorasi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) selama Februari 2010 membukukan biaya Rp7,3 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk kegiatan eksplorasi komoditas-komoditas yang terfokus pada komoditas nikel, emas dan bauksit.
AALI: Februari, Produksi CPO Turun
Pada Januari-Februari 2010, produksi minyak kelapa sawit (CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencapai 141.135 ton. Jumlah tersebut turun 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2009, yang sebanyak 148.045 ton. Penurunan terjadi seiring dengan turunnya produksi Tandan Buah Segar (TBS) AALI, yang mencapai 5,2%.
Penurunan produksi CPO juga diikuti dengan penurunan kernel (inti sawit). AALI melaporkan bahwa hingga Februari 2010, produksi kernel mereka 30.473 ton atau turun 6,8% dari tahun 2009.
WIKA: Bidik Proyek IPP 10.000 MW
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), BUMN infrastruktur yang tahun lalu membukukan laba bersih Rp185 M, menargetkan penambahan peran sebagai kontraktor EPC (engineering, procurement & construction) di proyek pembangkit 10.000 MW tahap II. Sekretaris perusahaan WIKA mengatakan dari total 11 proyek IPP (independent power producer) 10.000 MW tahap I, pihaknya baru dua kali memegang peran sebagai EPC tepatnya di PLTU Sulawesi Selatan dan PLTU Kalimantan Selatan.
Earning Watch
PTPP: Laba 2009 Naik 33,61%
PT PP Tbk mencatatkan laba bersih 2009 sebesar Rp 163 miliar atau naik 33,61% dibandingkan dengan perolehan tahun 2008 yang sebesar Rp 122 miliar. Perolehan itu melampaui target awal sebesar Rp 148 miliar. Kenaikan ditopang oleh meningkatnya perolehan kontrak baru, dan pendapatan serta membaiknya margin profitabilitas perseroan.
INTA: Laba Bersih Intraco Naik 63,75%
Pada 2009, laba bersih PT Intraco Penta Tbk (INTA) tumbuh 63,75% menjadi Rp 37,5 miliar dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 22,9 miliar. Di sisi lain, pendapatan Intraco justru turun 0,17% menjadi Rp 1,12 triliun.
Rumor
Saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dikabarkan akan terus diangkat sahamnya ke atas. Ada informasi yang menyebutkan bahwa perseroan mau private placement dan ekspansi ke segmen distribusi kimia dan industri makanan.
Saham PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) terus menguat dari 1 Maret masih Rp144 menjadi Rp320 per saham pada perdagangan Jumat (12/3). Sumber pelaku pasar menyebutkan, saham ini banyak diburu investor dengan target kenaikan harga Rp400. Sumalindo akan right issue dengan pola HMETD Rp100 per saham senilai Rp123,6 miliar untuk menambah modal kerja.
Earning Watch
- PTPP: Laba 2009 Naik 33,61%
- INTA: Laba Bersih Intraco Naik 63,75%
Technical Picks
- AKRA (990) – BUY
- BNBR (80) – Trading Buy
- BSDE (620) –BUY
- SMRA (770) – Trading Buy.
(etr/qom)











































