"Sepertinya mereka (IPO) sesudah menyelesaikan joint venture dengan Posco," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/3/2010).
Menurutnya, BUMN baja itu sebaiknya menyelesaikan perusahaan patungan tersebut, sehingga konsentrasi perseroan tidak terpecah. "Kalau sebelum bereskan Posco juga tidak apa-apa, tapi lebih bagus selesaikan joint venture dulu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu butuh waktu tiga bulan setelah tanda tangan joint venture," katanya.
Ia menambahkan, perseroan sudah mengajukan nama-nama penjamin emisi atau underwriter kepada pemerintah selaku pemegang saham mayoritas untuk diminta persetujuan. Penjamin emisi yang terpilih akan membantu rencana IPO perseroan tahun ini.
"Untuk underwriter sudah diajukan untuk proses pemilihan, tapi belum diputuskan pemegang saham," katanya.
KS menargetkan bisa menjual sahamnya ke publik di semester II-2010, tepatnya pada bulan November mendatang. Jumlah saham yang akan dilepas ke publik maksimum 30 persen dan dilakukan secara bertahap.
(ang/dnl)











































