Demikian dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/3/2010).
"Kalau dari rights issue mungkin sekitar Rp 5-6 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah usul ke Menkeu kalau dalam pertengahan tahun ada kesempatan. Mestinya kan awal tahun, awal tahun itu masuk untuk tahun anggaran bersangkutan," ucapnya.
Menurut Mustafa, selain aksi korporasi berupa rights issue tersebut, bank pelat merah itu juga bakal menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai Rp 1-2 triliun tahun ini.
"Subdebt mungkin sekitar Rp 1-2 triliun, lebih kecil, katakanlah begitu, angkanya masih definitif," ujarnya.
Mustafa menambahkan, dua aksi korporasi itu dilakukan demi mendapatkan tambahan modal untuk menyalurkan kredit tahun ini. Selain penambahan modal, ia berharap BNI bisa mendapatkan insentif pajak dengan jumlah saham beredar di bursa sebanyak 40 persen.
(ang/dnl)










































