Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang masa suku bunga rendah dengan harapan untuk bisa terus menstimulasi pemulihan ekonomi yang kini masih dibayangi tingginya pengangguran dan masalah likuiditas.
Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga mencatat masalah naiknya momentum pemulihan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski segala sesuatunya sudah bisa diprediksi, namun jelas ini adalah tanda-tanda bulish karena tidak ada hal yang negatif keluar dari keputusan dan bahasa The Fed," jelas Cort Gwon, direktur riset dan perdagangan FBN Securities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/3/2010).
Pada perdagangan Selasa (16/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,83 poin (0,41%) ke level 10.685,98. Indeks S&P 500 menguat 8,95 poin (0,78%) ke level 1.159,46 dan Nasdaq menguat 15,80 poin (0,67%) ke level 2.378,01.
Indeks S&P 500 akhirnya bisa menembus level 1.150, setelah dalam beberapa sesi sebelumnya gagal menembus level psikologis itu.
"Dalam beberapa hari dan pekan terakhir, kita telah menembus kisaran perdagangan S&P 500 di 1.050-1.1150, dan semoha kita bisa menembus kisaran perdagangan baru," imbuh Gwon.
Saham Intel menjadi penguat utama Dow Jones setelah mencetak kenaikan 4%. Saham produsen chip terbesar itu naik setelah diharapkan memberikan rilis yang positif untuk kuartal berikutnya.
Perdagangan berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,89 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































