Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 17 Mar 2010 08:44 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Indeks S&P 500 mencapai titik tertinggi dalam 17 bulan terakhir, dipicu kebijakan The Fed menahan suku bunga di tingkat rendah guna mengamankan pemulihan ekonomi global. Indeks S&P 500 naik 0.8% menjadi 1,159.46 dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0.4% (43.83 poin) menjadi 10,685.98. Kenaikan dipimpin oleh saham-saham Citigroup Inc., Wells Fargo, Intel Corp. dan General Electric.

Regional Pagi: Bursa saham Jepang menguat setelah Federal Reserve AS mengatakan pihaknya akan mempertahankan suku bunga di level mendekati nol untuk beberapa periode. Hal tersebut dilakukan guna mendorong minat untuk berinvestasi. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., bank dengan market value terbesar di Jepang, manguat.

Mitsubishi Corp menguat setelah naiknya harga minyak dan logam. Sony Corp, produsen elektronik yang memperoleh 25% penjualannya di Eropa, naik setelah menguatnya euro pasca Standard & Poor’s menegasakan credit rating Yunani. Nikkei 225 (+0.7%) 10,795 S&P/ASX 200 (+0.8%) 4,838 Kospi (+0.8%) 1,661 STI (+0.24%) 2,903

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah diperdagangkan di atas $82/ barrel setelah dollar mengalami penurunan terhadap euro, menaikkan permintaan atas komoditi sebagai alternative investasi. Minyak naik pada titik tertinggi selama 4 minggu pada perdagangan kemarin setelah Standard & Poor’s Rating Services merating surat hutang Yunani yang akhirnya menguatkan euro. Minyak mentah (+ 0.5) US$ 82.1/barrel. Crude Oil (+0.5%) $82.1/bbl, Gold (unc) $1,128/oz, CPO (-0.8%) 2,628RM/MT, Nickel (+1.9%) $21,900/MT, TIn (+0.6%) $17,550/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Asumsi Laju Ekonomi Berpeluang Naik

Pemerintah mengisyaratkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 berpeluang direvisi naik dari angka yang dipatok saat ini sebesar 5,5%. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kembali asumsi pertumbuhan ekonomi dalam pembahasan RAPBN-P 2010.

Auto: Pasar mobil 2010 akan tembus 600.000 unit

Volume pasar mobil nasional pada tahun ini diprediksi bisa menembus lebih dari 600.000 unit, melampaui realisasi 2008 dengan syarat tidak ada kenaikan pajak, kondisi makro ekonomi yang stabil dan suku bunga acuan tetap 6,5%. Selama dua bulan terakhir, pasar mobil di dalam negeri terus menunjukkan tren peningkatan dengan realisasi penjualan wholesales (pengiriman pabrik ke diler) sebesar 52.831 unit (Januari) dan menguat lagi menjadi 55.656 unit (Februari). Angka tersebut masing-masing melambung 67% dan 61,3% dibandingkan dengan posisi Januari dan Februari 2009.

Energy: BPS: Kenaikan TDL 15% Tak Banyak Pengaruhi Inflasi

Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15% yang rencananya akan diberlakukan mulai Juli nanti diyakini tidak banyak menambah laju inflasi tahun ini. Syaratnya, pemerintah harus mampu mengatasi dampak psikologis dari kenaikan TDL tersebut. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui, kenaikan TDL memang akan berdampak langsung kepada konsumen rumah tangga karena mereka harus menganggarkan dana lebih besar untuk membayar listrik. Namun, hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang disignifikan terhadap angka inflasi karena komponen TDL dalam perhitungan inflasi tidak sebesar komponen lainnya.

Economic: Kepemilikan Asing di SUN Naik

Kepemilikan investor asing pada surat utang negara (SUN) meningkat dari level Rp127,54 T pada 11 Maret menjadi Rp127,76 T pada 12 Maret. Dengan begitu, persentase kepemilikan asing meningkat menjadi 21,16%. Data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu menunjukkan porsi kepemilikan asing itu tidak menurun meskipun jumlah total SUN yang beredar berkurang dari level Rp603,62 T pada 10 Maret menjadi Rp601,72 T 11 Maret.

Property: Kredit Bank Asing dan Campuran Anjlok

Penyaluran kredit properti oleh bank asing dan campuran terus merosot. Data BI menyebutkan, hingga Januari 2010 nilai kredit properti tercatat sebesar Rp 6,43 triliun, atau turun 42,62% dibandingkan posisi Januari 2009. Penurunan itu dipimpin oleh jenis KPR dan KPA.

Corporate news

BBNI: Targetkan Right Issue Rp6 Triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditargetkan bisa meraup dana sekitar Rp5-6 triliun dari penerbitan saham baru (right issue) pada 2H10. Pada saat yang sama, perusahaan BUMN ini juga akan melepas 4,14% saham tambahan (green shoe). Hingga saat ini, pemerintah masih menguasai saham BNI 76,36% dan sisanya 23,64% dipegang oleh publik. BNI akan menambah sahamnya ke publik sebesar 16,36%, dengan asumsi saham publik akan ditingkatkan menjadi 40% dari saat ini masih 23,64%.

INTP: Penjualan Indocement Turun 8% di 2009

Penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tercatat turun 8% dari 14,6 juta ton di tahun 2008 menjadi 13,4 juta ton pada periode 2009. Pasar domestik masih menjadi andalan penjualan perseroan, dengan porsi 88% atau setara dengan 11,8 juta ton. Menurut Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Dani Handayani, penurunan penjualan perseroan disebabkan kebijakan manajemen untuk mempertahankan harga jual semen dalam negeri, sebagai pangsa pasar utama (home market).

Perseroan juga berniat menambah kapasitas produksi semen dengan penambahan dua cement mill atau pabrik semen, dengan total kapasitas 1,5 juta ton semen per tahun. Total investasi yang disiapkan perseroan mencapai US$35 juta atau sekitar Rp321 miliar. Tahun ini Indocement memperkirakan produsi semen mencapai 20,1 juta ton per tahun atau meningkat 1,5 juta ton dari posisi sebelumnya yang tercatat 18,6 juta ton.

BIPI: Akuisisi Elnusa Lunas April

PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) akan menyelesaikan sisa pembayaran akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk sebesar Rp 302,3 miliar pada 12 April 2010, yang dananya berasal dari surat sanggup (promissory notes). Skema pembayaran transaksi dilakukan dalam 2 tahap, yaitu pada 12 Maret 2010 sebesar Rp 592,51 miliar dan sisanya pada 12 April 2010 senilai Rp 302,3 miliar.

BMRI: Penerbitan Obligasi Terancam Batal

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membatalkan penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS senilai US$ 200 juta - US$ 300 juta apabila rights issue disetujui pelaksanaannya tahun ini. Perseroan menunggu keputusan dari pemerintah selaku pemegang saham mayoritas.

KLBF: Siapkan Obligasi untuk Danai Akuisisi

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan dana akusisi senilai Rp 1 triliun, dimana sebagian dananya akan ditutup dari kas internal dan sisanya dari penerbitan obligasi. Perusahaan farmasi itu telah melakukan penjajakan dengan 15 perusahaan lokal di bidang makanan kesehatan dan obat dan pihaknya tengah memfinalisasi hasil pembicaraan tersebut.

BHIT: Bagi Saham Bonus

PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berencana membagikan saham bonus kepada pemegang sahamnya, dengan rasio 1:3. Saham itu berasal dari agio saham yang saat ini mencapai Rp 2,83 triliun yang diperoleh dari hasil penawaran saham perdana dan rights issue.

BRPT: Kuasai 10,59% Saham Gozco

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menjadi 529,71 juta saham atau 10,59% dari sebelumnya 500 juta saham (10%). Nantinya kontribusi kepemilikan saham Gozco tidak akan terkonsolidasi dalam keuangan laporan keuangan Barito Pacific. Namun, kepemilikan 10,59% saham Gozco akan termasuk dalam aset investasi perseroan.

BLTA: Terbitkan Obligasi Konversi US$125 Juta

PT Berlian Laju Tangker Tbk (BLTA) menunjuk JP Morgan Securities Ltd dan RS Platou Markets AS untuk melaksanakan obligasi konversi perseroan senilai US$125 juta atau sekitar Rp1,14 triliun. Dengan rencana semula penerbitan obligasi konversi sebesar US$100 juta, perseroan menambah sebesar US$25 juta. Obligasi konversi itu berkupon 12% dan akan jatuh tempo pada 2015.

FREN: Bond Mobile-8 Default

PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) kembali gagal membayar (default) bunga dan denda obligasinya. Bunga obligasi yang gagal bayar itu adalah bunga obligasi ke-12 dari obligasi tahap I/2007, sedangkan denda yang belum dilunasi perseroan sampai jatuh tempo pembayaran 15 Maret 2010 adalah denda ke-9 tahap kedua obligasi I/2007. Akibat kegagalan tersebut, otoritas bursa Senin pekan ini membekukan perdagangan obligasi itu sekaligus menghentikan sementara transaksi saham perusahaan.

Rumor

Saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dikabarkan bakal dikerek bandar. Mereka memanfaatkan kabar yang menyebutkan bahwa perseroan akan menggarap proyek properti superblok di bilangan Karet Tengsin Sudirman, Jakarta, serta pembangkit listriknya diminati oleh PT Perusahaan Lsitrik Negara (PLN).

Pemodal sebaiknya mulai mencermati pergerakan saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) karena sahamya dalam tren menguat Maret 2010. Sindikasi bank BUMN dikabarkan siap mengucurkan dana kepada Tirta Mahakam untuk mengembangkan usaha di bidang pertambangan.
 
Corporate Actions

Hari ini (17/3), cum date rights issue Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI), ratio 1(new) : 1(old) Rp 100/saham. Ex date (18 Mar 2010)

Hari ini (17/3), cum date stock split Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), ratio 1(old) : 4(new) Ex date (18 Mar 2010)

Technical Picks


  • ANTM (2150) – Trading Buy
  • INDF (3950) – Trading Buy
  • TINS (2225) – Trading Buy
  •  UNTR (17150) – Sell.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads