Regional Pagi: Bursa saham Jepang bergerak fluktuatif seiring meningkatnya harga minyak dan logam yang mendorong perusahaan komoditas, sementara perusahaan real estate melemah. Mitsubishi Corp (+0.5%) seiring naiknya komoditas setelah laporan menunjukkan turunnya harga produsen AS, yang memperkuat spekulasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah.
Acom Co (-1.1%), Mitsui Fudosan Co (-1.9%), menghapuskan penguatan selama 9 hari, setelah Morgan Stanley menurunkan rating investasinya. Nikkei 225 (-0.1%) 10,838 S&P/ASX 200 (+0.3%) 4,865 Kospi (-0.1%) 1,680 STI (-0.2%) 2913
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Ditjen Pajak Selidiki 55 Kasus Utang Pajak
Ditjen Pajak mengaku tengah melakukan penyelidikan terhadap 55 kasus perpajakan. Proses penagihan dan pemeriksaan jalan terus, ungkap Dirjen Pajak. Menurut dia, pemeriksaan dilakukan terhadap pajak sejumlah BUMN. Pemeriksaan dilakukan sampai tuntas. Itu tidak hanya menyangkut utang pajak, tetapi juga terkait dengan kelebihan pembayaran pajak.
Economic: Maret Berpotensi Terjadi Deflasi
Sebagian besar harga-harga yang biasanya menyumbang inflasi seperti beras, cabai dan minyak goreng sudah turun. Pada bulan Maret ini berpotensi terjadi deflasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menjelaskan, harga beras mulai turun seiring masuknya musim panen. Demikian pula harga gula internasional yang mulai surut sehingga membuat harga gula di pasar domestik ikut turun.
Economic: Kenaikan tarif listrik pacu inflasi tahunan 0,36%
Badan Pusat Statistik memperkirakan rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik sebesar 15% pada Juli mendatang akan memberi tekanan inflasi tahunan 2009 sebesar 0,36%. Rusman Heriawan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), menuturkan jika tarif dasar listik (TDL) diputuskan naik sebesar 15% secara merata pada Juli mendatang, maka dapat memicu pergerakan naik harga-harga barang. Kenaikan TDL akan memberikan dampak inflasi langsung (direct impact inflation) sekitar 2,4% yang jika dikalikan dengan besar persentase kenaikannya (15%), maka total tekanan inflasinya akan sebesar 0,36%.
Economic: Sampai Maret 2010, Angka PHK Capai 68.332 Orang
Sampai awal Maret 2010 angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia tercatat mencapai 68.332 orang, sedangkan karyawan yang dirumahkan mencapai 27.860 orang. Namun angka PHK ini sama sekali tidak berkaitan dengan pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ia mengatakan terdapat kemungkinan adanya potensi peningkatan PHK akibat implementasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan China (AC-FTA). Namun hingga saat ini hal tersebut belum terjadi.
Economic: Klaim Asuransi Nasional Capai Rp54,3 Triliun
Industri asuransi nasional mencatat total klaim sebesar Rp54,3 triliun atau meningkat 30,8% pada 2009 dari total klaim 2008 sebesar Rp41,5 triliun. Bapepam-LK akhir 2009 menunjukkan klaim asuransi jiwa sebesar Rp40,7 triliun atau meningkat 29,2% dan klaim asuransi umum mencapai Rp13,6 triliun atau meningkat 36,3%.
Corporate news
SMGR: Investasi US$ 765 Juta untuk Pembangunan Pabrik
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 765 juta, atau sekitar Rp 7,11 triliun untuk pembangunan dua pabrik baru dan satu unit pembangkit listrik dalam 2 tahun ke depan. Pabrik tersebut akan berlokasi di Jawa dan Sulawesi.
BUMI: Bayar Saham Newmont US$229,43 Juta
PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Multi Daerah Bersaing (MDB), menuntaskan pembayaran 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode 2009 senilai US$229,4 juta atau setara Rp2,08 triliun.
BDMN: 4 Nama Dipersiapkan untuk CEO Bank Danamon
Temasek Holdings Pte Ltd melalui Asia Financial Holding (Ind) Pte Ltd telah menyiapkan sedikitnya empat nama untuk menjadi calon pengganti Presiden Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sebastian Paredes yang mengundurkan diri. Dikabarkan, keempat nama tersebut adalah Henry Ho Hon Cheong, Wilson Chia, Joel Kornreich, dan Sng Seow Hua.
FREN: Kas Mobile-8 Tersedot Utang
Kas PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator seluler berbasis CDMA, tersedot oleh besarnya beban utang yang harus dilunasi, sehingga perseroan tidak memliki cukup dana untuk membayar kewajiban kupon kepada pemegang obligasi. Sekretaris Perusahaan Mobile-8 mengatakan selain itu, kas perseroan juga terpakai untuk membiayai pengembangan bisnis.
IPO: Nippon Indosari IPO Juni 2010
PT Nippon Indosari Corpindo perusahaan roti terbesar di Indonesia dijadwalkan mencatatkan saham IPO di BEI pada Juni 2010. Perseroan berniat melepaskan 15% sahamnya ke publik. Perseroan tahun ini mengalokasikan dana Rp90 miliar untuk membangun pabrik baru di Jakarta. Langkah ini untuk menggenjot produksi roti perusahaan sekitar 20% dari 900 ribu-1 juta potong roti per hari menjadi 1,2 juta potong.
BIPI: Pengendali Benakat Danai Akusisi Elnusa
PT Indotambang Perkasa memberikan pinjaman senilai Rp894,81 miliar kepada PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) untuk mendanai akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA). Indotambang merupakan pemegang saham pengendali Benakat dengan kepemilikan saham sebesar 55,57%. Bunga yang dikenakan sebesar 5,6% per tahun, sedangkan jangka waktunya enam bulan, yang berakhir pada 12 September 2010.
BBNI: KPR Akan Tembsus Rp10,66 Triliun
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memproyeksikan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) naik menjadi Rp10,66 triliun pada 2010. Hal itu didasarkan pada perkembangan pasar properti yamg makin membaik belakangan ini. Hingga akhir tahun lalu, KPR yang disalurkan BNI sebesar Rp 8,2 triliun dan per Februari 2010 naik menjadi Rp8,5 triliun.
SMCB: Pastikan Proyek Pabrik Tuban Mulai Tahun Ini
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) memastikan akan memulai proyek pembangunan pabrik di Tuban, Jawa Timur pada tahun ini. Proyek ini sempat tertunda akibat krisis global pada tahun lalu. Pabrik berkapasitas 2,1 juta ton tersebut diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi Holcim dari 7,9 juta ton per tahun menjadi 10 juta ton per tahun pada 2011.
BMRI: Rights Issue BNI dan Mandiri Akan Disetujui
DPR memberikan sinyal menyetujui rencana BNI dan Mandiri untuk menggelar rights issue pada tahun ini. Namun, hingga saat ini DPR belum menerima pengajuan resmi dari pemerintah ataupun Kementerian BUMN.
Earning Watch
BPFI: Batavia Finance cetak lonjakan laba 53%
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk pada akhir tahun lalu mencetak kenaikan laba bersih 53,09% karena pertumbuhan pendapatan. Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia kemarin sore disebutkan laba bersih Batavia Finance pada akhir 2009 mencapai Rp16,84 M dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp11 M. Pendapatan emiten itu naik 15,32% dari Rp71,87 M pada akhir 2008 menjadi Rp82,88 M pada akhir tahun lalu. Pemegang saham pengendali Batavia Finance adalah PT Batavia Prosperindo Sekuritas 54,99%, Rudy Johansen 0,001%, dan selebihnya publik.
TCID: Laba 2009 Tumbuh 8,5%
Pada 2009, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membukukan laba bersih sebesar Rp 124,6 miliar, naik 8,5% dibandingkan perolehan 2008 yang sebesar Rp 114,9 miliar. Kenaikan ditopang peningkatan signifikan oleh penjualan domestik. Laba bersih per saham tercatat naik dari Rp 590 menjadi Rp 620 per saham.
Β
Rumor
Grup Astra, lewat anak usahanya dikabarkan tertarik membeli saham mayoritas PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA) yang dipegang oleh PT Verena Kapital (40%). Akusisi tersebut akan memperkuat divisi pembiayaan Astra dalam pasar mobil bekas. Harga akuisisi dikabrakan di level PBV 1,5 kali atau 195 pe saham. Pada 2009, pendapatan usaha Verena naik di atas 30%. Saham VRNA saat ini tergolong murah karena PER-nya 6,3 kali dan PBV 0,6 kali.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) sedang diburu bandar terkait adanya pembelian siaga right issue perseroan dalam waktu dekat, yaitu Bosowa Group. Selain itu, investor asal Singapura juga siap menjadi stand by buyer. Kabarnya, dana hasil right issue akan digunakan untuk mengakuisisi 52% saham JORR W1Kebon Jeruk Penjaringan yang dikelola PT Jakarta Lingkar Barat Satu.
Earning Watch
- BPFI: Batavia Finance cetak lonjakan laba 53%
- TCID: Laba 2009 Tumbuh 8,5%
- BFIN: Laba Bersih Naik 30% pada 2009
Technical Picks
- ADRO (1920) β Trading Buy
- BBNI (2000)- Trading Buy
- BMRI (4950) β Trading Buy
- KIJA (111) β Trading Buy.
(etr/qom)











































