Demikian ditegaskan Country Business Manager Citi Indonesia Tigor Siahaan dalam acara 10th Annual Citi Indonesia Economic and Political. Outlook 2010 di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Kamis (18/3/2010).
"Waspadai reverse carry trade, dari carry trade yang masuk ke Indonesia. Dengan suku bunga Amerika yang akan membaik, pasti investor lebih memilih placing ke tempat yang lebih aman," papar Tigor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan peringkat tersebut membuat investor-investor skala global melakukan penempatan investasi ke pasar modal Indonesia. Dengan bunga yang lebih tinggi, ujar Tigor, tentu lumrah jika investor berbondong-bondong memarkirkan uang mereka di dalam negeri.
"Itu yang dinamakan carry trade, yaitu menjamin mata uang asing yang bunga rendah dan placing di bunga yang lebih tinggi seperti disini," paparnya.
Langkah ini yang perlu diwaspadai karena hanya bersifat jangka pendek. Diperkirakan pada triwulan III-2010 akan terjadi perbaikan pada ekonomi AS, yang imbasnya adalah terjadinya inflasi. Kenaikan inflasi, mau tidak mau akan membuat The Fed menaikkan suku bunga acuan.
"Nggak mungkin dong Amerika terus di level 0,25% pada interest inflation. Diperkirakan triwulan III ini akan terjadi reverse carry trade," paparnya.
Namun, secara umum hal ini tidak perlu dijadikan ketakutan karena reverse carry trade akan terjadi secara perlahan. Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, tidak mungkin terjadi bubble.
"Tidak akan ada bubble, karena fundamental yang kuat. Tapi harus reverse ini pelu diwaspadai," paparnya.
Â
Â
(wep/dro)











































