Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 19 Mar 2010 09:37 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham-saham mengalami penurunan setalah spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan discount rate dengan alasan bahwa ekonomi akan mengalami menguat tanpa adanya kenaikan dari sisi jumlah stok yang ada. Saham Bank of America dan Schlumberger Ltd. turun yang akhirnya membuat sektor keuangan dan energi mengalami penurunan.

Boeing Co., DuPont Co. dan 3M Co. memimpin kenaikan Dow Jones Industrial Average pada titik tertinggi selam 18 bulan setelah keluarnya laporan mengenai tumbuhnya sektor manufaktur di daerah Philadelphia, turunnya angka pengangguran dan tidak berubahnya angka inflasi. FedEx Corp. mengalami kenaikan setelah keuntungan yang diperoleh sebesar 2 x lipat. Nike juga mengalami rally atas penghasilan yang berada di atas estimasi. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.1% ) ke 1,165.83. Dow Jones Industrial Average (0.4%) ke 10,779.17.

Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat setelah laporan klaim pengangguran dan manufaktur Philadephia yang mendorong kepercayaan terhadap perekonomian AS. Sony Corp (+1.8%) di Tokyo. Honda Motor Co., (+1.1%) JB Hi-Fi Ltd. (+0.6%) setelah surat kabar melaporkan meningkatnya belanja konsumen di mall terbesar AS pada tahun lalu. Nikkei 225 (+0.4%) 10,786 S&P/ASX 200 (+0.1%) 4869 Kospi (+0.2%) 1,679 STI (+0.36%) 2924

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah diperdagangkan mendekati level $ 82/barrel setelah kenaikan dollar yang akhirnya mengurangi permintaan untuk komoditi sebagai alternatif investasi. Minyak mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 3 hari setelah pada perdagangan kemarin setelah kenaikan dollar terhadap euro yang dipicu oleh ketakutan bahwa masalah Yunani akan menghilangkan sisi keamanan dlam berinvestasi di kawasan Eropa.

Persediaan untuk minyak mengalami kenaikan pada minggu lalu yang mencapi titik tertingginya sejak bulan Agustus. Total permintaan untuk minyak turun 4.2% menjadi 18.8 juta barrel per hari. Minyak mentah (-0.4%) $ 81.9/barrel. Crude Oil (-0.4%) $81.9/bbl Gold (-0.2%) $1,125/oz, CPO (+0.3%) 2,618RM/MT, Coal (-1.0) $94.1/MT Nickel (+2.3%) $22,760/MT, Tin (+0.3%) $17,795/MT.

Economic & Industrial News

General: Obama tunda ke Indonesia

Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal membenarkan penundaan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia hingga Juni 2010. Menurut Dino, Jumat (19/3/2010) dini hari, pihak Gedung Putih telah menghubunginya secara langsung untuk mengabarkan penundaan tersebut. Dino hanya membenarkan alasan penundaan adalah akibat situasi politik di Amerika Serikat karena reformasi sistem pelayanan kesehatan yang diajukan oleh Presiden Obama belum diloloskan oleh Parlemen.

Berita itu mengutip Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs yang mengatakan bahwa pihak AS telah menghubungi langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Perdana Menteri Australia Kevin Rudd untuk menyampaikan penundaan itu. Sebelumnya, Presiden Obama dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Maret 2010 untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Kunjungan itu pun telah diundur dari semula direncanakan pada 18 Maret 2010.

Property: TDL naik, harga rumah bakal naik

Rencana kenaikan tarif dasar listrik mulai Juli 2010 membuat pengembang properti resah. Kenaikan tarif itu dinilai akan berdampak pada penambahan struktur biaya produksi rumah. Bahan baku rumah yang diperkirakan akan naik, antara lain semen, besi, dan komponen listrik seperti kabel. Apalagi, meski belum ada kenaikkan TDL, harga baja (salah satu komponen produksi rumah) telah naik.

Economic: Laju Inflasi 2010 Berpotensi di atas 6%

Pada tahun ini, laju inflasi Indonesia berpotensi menembus 6,5% karena terpicu lonjakan harga komoditas dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL), ungkap Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI), Chatib Basri.

Economic: Kredit Konsumsi Diproyeksikan Capai Rp515,4 Triliun

Kredit konsumsi pada 2010 diproyeksikan naik menjadi Rp515,4 triliun atau tumbuh 18% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan kredit konsumsi tahun 2010 terutama akan ditopang lonjakan KPR. Pada 2009, kredit konsumsi mencapai Rp436 triliun. Jumlah itu naik 19% dibanding tahun 2008 sebesar Rp367 triliun.

Corporate news

BMRI: Targetkan SKBDN US$1,68 Miliar

PT Bank Mandiri Tbk menargetkan kenaikan penerbitan surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN) perseroan sebesar 20% pada 2010, yakni dari US$1,4 miliar tahun lalu menjadi US$1,68 miliar. SKBDN Bank Mandiri masih jauh lebih kecil dibanding LC. Sepanjang tahun lalu, penerbitan SKBDN sebesar US$1,4 miliar, sedangkan LC menembus US$2,8 miliar.

ELTY: Naikkan Obligasi Konversi Jadi US$155 Juta

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menaikan nilai emisi obligasi yang dijamin dengan saham menjadi US$155 juta dari rencana sebelumnya US$150 juta. Perseroan juga menetapkan bunga surat utang itu sebesar 8,625%. Peningkatan nilai obligasi konversi tiu merespon permintaan pasar selama masa penentuan harga yang berakhir pada 12 Maret 2010.

LPCK: Bangun LC Citywalk Rp 200 Miliar

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menganggarkan dana sebesar Rp 200 miilar untuk pengembangan pusat perbelanjaan LC Citiwalk. Pembangunan pusat perbelanjaan ini ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Pusat belanja itu akan dibangun di samping danau teratai seluas 4 hektar serta hotel bintang empat.

BYAN: Gadai Aset Lebih dari Rp1 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjaminkan aset perseroan senilai lebih dari Rp1 triliun. Penjaminan aset itu untuk mendapatkan tambahan pinjaman dari perbankan. Saat ini, perseroan memiliki outstanding pinjaman sebesar US$200 juta atau sekitar Rp1,9 triliun. Pinjaman itu antara lain berasal dari beberapa bank, diantaranya ING Bank, ANZ Bank, Standard Chartered Bank, dan PT Bank Mandiri Tbk.

TPIA: Bagikan Dividen Rp144,9 Miliar

PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) membagikan ddividen sebesar Rp144,9 miliar atau sebesar 30% dari laba bersih 2009 yang mencapai Rp483 miliar. Dividen tersebut dibagikan sebesar Rp200 per saham. Sementara itu, penjualan perseroan 2010 ditargetkan meningkat sebesar 7% dibandingkan 2009 atau mencapai sekitar Rp5,32 triliun.

BBTN: KPR BTN Turun Lagi

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kembali menurunkan suku bunga KPR per 1 April 2010 sebesar 0,50%. Kebijakan itu merupakan untuk kedua kalinya sepanjang 2010 setelah sebelumnya per 1 Maret 2010. Hal tersebut merupakan komitmen untuk terus menyesuaikan suku bunga kredit sesuai dengan kemampuan bank dan kondisi pasar.

ITMG: Perusahaan tambang tingkatkan produksi

PT Indo Tambangraya Megah Tbk akan meningkatkan kapasitas produksi batu bara hingga 5 juta ton per tahun.

Peningkatan kapasitas produksi itu dilakukan dengan mengakuisisi satu tambang batu bara di Kalimantan. Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung, kamis (18/3), mengatakan, untuk mengakuisisi tambang batu bara tersebut, perseroan akan mencadangkan sejumlah dana yang diperoleh dari anggaran belanja modal atau capital expenditure perseroan. Tahun 2010, ITMG mencadangkan belanja modal sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 935 miliar. Saat ini ITMG memproduksi batu bara sekitar 28 juta ton per tahun.

Earning Watch

INTP: Laba Bersih Naik 57% FY09

Rumor

Saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) akan dikerek untuk jangka pendek maupun menengah. Salah satu pemilik Ristia Mahkotasejati, Aussie Properties Limited, dikabarkan berani membeli saham perseroan di pasar pada harga Rp100, karena memilki target menguasai 60% saham perseroan.

Investor lokal maupun mancanegara mulai mencermati saham PT Ancora Indonesia Reosurces Tbk(OKAS) terkait rencana ekspansi usaha perseroan ke mancanegara. Selain itu, pabrik baru dan anak usahanya mulai beroperasi. Ancora juga dikabarkan akan membentuk anak usaha baru dengan investor asing.

Earning Watch


  • INTP: Laba Bersih Naik 57% FY09
  • GJTL: Laba Bersih Melonjak 245% pada 2009
  • SDRA: Pada 2009, Laba Bersih Turun 5,3%

Technical Picks

  • BDMN (5400) – Trading Buy
  • BUMI (2575) – Trading Buy
  • INCO (4225) – Trading Buy
  • PTBA (16250) – Trading Buy.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads