Menurut Direktur sekaligus Corporate Secretary BTPN Anika Faisal, dana hasil penerbitkan obligasi ini akan digunakan sebagai pendanaan jangka panjang.
"Pendanaan jangka panjang bertujuan agar BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi," ujar Anika dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (19/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk penjatahan dijadwalkan pada 6 Mei 2010, dan distribusi secara elektronik pada 10 Mei 2010. Pencatatan (listing) di lantai bursa diharapkan terjadi pada satu hari setelahnya (11/5/2010).
"Dana yang kami peroleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis BTPN, khususnya memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi para pensiunan dan pelaku UKM," ujarnya.
Rencananya obligasi BTPN akan terbagi dalam dua seri, yaitu A dan B dengan tingkat bunga tetap. Seri A berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Jatuh tempo dijadwalkan pada 10 Mei 2013. Sementara seri B berjangka waktu 5 tahun, dan jatuh tempo 10 Mei 2015.
Obligasi diambil 100% dari jumlah pokok obligasi dan dibayarkan setiap tiga bulan (triwulan). Jika mengacu hal ini, maka pembayaran pertama bunga obligasi akan terjadi pada 10 Agusutus 2010.
Selaku penjamin pelaksanaan emisi obligasi, perseroan telah menunjuk tiga pihak, yaitu PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities.
Saat dikonfirmasi kepada Kepala Biro sektor keuangan Bapepam-LK Noorachman, dirinya membenarkan atas rencana perseroan menerbitkan obligasi Rp 750 miliar. "Sudah ditanggapi, namun dari mereka belum ada balasan," ucapnya.
(wep/dnl)











































