Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah setelah International Monetary Fund (IMF) mengatakan bahwa perekonomian akan menghadapi sejumlah tantangan dalam menanggulangi utang publik. Pelemahan juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap bank sentral di Asia yang diperkirakan akan meningkatkan upaya untuk menekan inflasi.
BHP Billiton Ltd (-1.4%) di Sydney seiring merosotnya harga-harga komoditas setelah bank sentral India secara tak terduga menaikkan suku bunga acuannya pada pekan lalu. Rio Tinto Group (-1.2%) Newcrest Mining Ltd (-1.1%) setelah anjloknya harga emas, terbesar dalam 6 pekan di New York pada 19 Maret. Posco (-1.5%) di Seoul oleh spekulasi akan melambatnya permintaan global. Hari ini bursa Jepang tutup untuk liburan. S&P/ASX 200 (-0.9%) 4,830 Kospi (-0.6%) 1,675 STI (-0.25%) 2,908
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Target PDB 2011 Dipacu Hingga 6,3%
Pemerintah menjanjikan akselerasi ekonomi yang lebih optimal pada 2011 dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6,3% yang ditopang oleh investasi dan konsumsi pemerintah. Menteri Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, menuturkan pemerintah telah bertekad untuk melakukan akselerasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang ditargetkan sekitar 6%-6,3%.
Economic: 2011, Ekspansi perekonomian
Pemerintah menetapkan target anggaran belanja kementerian dan non-kementerian 2011 sebanyak Rp 419,3 trilliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding 2010 yang hanya Rp 340,1 triliun. Peningkatan itu menandai dimulainya kembali expansi pemerintah ke perekonomian. Meningkatnya anggaran belanja kementerian sebesar Rp 79,2 triliun dimaksudkan untuk menopang keinginan pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, yakni dari 5,5% pada tahun 2010 menjadi 6-6,3% pada tahun 2011.
Bagian terbesar dari anggaran belanja kementerian dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, yakni Rp 133,9 triliun atau 31,9% dari total anggaran belanja kementerian dan lembaga nonkementerian. Anggaran terbesar kedua ditargetkan untuk peningkatan sumber daya manusia atau pendidikan yang direncanakan mencapai Rp 121,7 triliun atau 29% dari total anggaran belanaja kementerian dan lembaga nonkementerian pada 2011.
Property: Asing mulai incar apartemen
Para investor luar negeri dan warga asing mulai mengincar sejumlah apartemen di Indonesia sejak awal tahun ini, menyusul rencana perubahan regulasi mengenai kepemilikan properti bagi asing yakni revisi PP No.41/1996 tentang pemilikan rumah tinggal atau hak hunia bagi asing yang berkududukan di Indonesia. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan kemenpera, potensi dana yang diperoleh negara dari investasi langsung pembelian properti oleh warga asing di Indonesia bisa mencapai US$2 miliar hingga US$3 miliar. Riset konsultan properti Jones Lang LaSalle Indonesia menunjukkan potensi pasar properti bagi konsumen asing saat ini diperkirakan mencapai 83.000 orang yang berasal dari ekspatriat yang tercatat bekerja di Indonesia.
Economic: BUMN Publik Setor Rp17 T
Sedikitnya 13 dari 16 emiten BUMN diperkirakan menyetorkan dividen 2009 hingga Rp17,07 T, naik dibandingkan dengan 2008, tetapi peningkatannya tidak sebesar kenaikan laba bersih yang dinikmati perusahaan negara tersebut. Jumlah setoran dividen BUMN dari laba bersih 2009 mengalami kenaikan sebesar 47% jika dibandingkan dengan pembagian dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,5 T.
Energy: PLN masih kekurangan gas
PLN masih kekurangan pasokan gas untuk pembangkit listrik, kendati pemerintah telah menunjuk PT Pertamina Hulu Energi Off-shore North West Java, Medco EP, dan ConocoPhilips untuk memasok gas kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Corporate news
FREN: Tawarkan Konversi Saham Ke Pemegang Saham
FREN kembali akan menawarkan konversi utang menjadi kepemilikan saham FREN. Menurut Sekretaris Perusahaan FREN, Chris Taufik, semua utang yang berupa utang usaha dan obligasi akan coba dikonversikan menjadi saham. Sementara, Group Sinarmas mengkaji ulang rencana menaikkan kepemilikan saham menjadi mayoritas di FREN, menyusul gagal bayar (default) bunga obligasi operator Fren tersebut. SMAR ini belum meminati langkah strategis tertentu untuk mengatasi persoalan gagal bayar tersebut, seperti melalui restrukturisasi pemegang saham. Managing Director SMAR Gandhi Sulistiyanto mengatakan pihaknya tidak berencana melakukan restrukturisasi keuangan untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar kupon surat utang tersebut, kendati telah menjadi salah satu pemegang saham.
EXCL: Axiata Tawarkan Saham XL Rp 3000-3300
Axiata Group Bhd menawarkan 20% saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada harga Rp 3.000-3.300 per saham. Perusahaan telekomunikasi asal Malaysia itu akan meraup dana segar sekitar Rp 5,1-5,6 triliun. Axiata akan melepas 1,7 miliar saham XL kepada sejumlah investor institusi. Untuk membantu penjualan tersebut, Axiata telah menunjuk Goldman Sachs, CIMB Investment Bank, dan PT Mandiri Sekuritas.
INTP: Siapkan Dana Rp2 T
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyiapkan dana US$275 juta atau setara dengan Rp2,59 T dalam 3 tahun ke depan guna membangun pengolah semen dam pembangkit listrik. Aksi korporasi lainnya, yaitu perseroan telah membeli 100% saham PT Bahana Indonor, sebuah perusahaan pengangkutan laut, untuk memperkuat jaringan distribusi dan terminal semen terapung.
ELTY: Laba Bakrieland pada 2009 anjlok
Laba bersih ELTY pada 2009 diperkirakan anjlok hingga 54,04% menjadi Rp125 miliar dibandingkan dengan perolehan pada 2008 yang mencapai Rp272,09 miliar, padahal perolehan laba operasional perusahaan properti itu masih tumbuh sekitar 5%. Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah Sambudhy Thaib mengemukakan perolehan laba yang tinggi pada 2008 itu disebabkan perusahaan memperoleh keuntungan forex yang cukup besar dari investasi Limitless sebesar US$120 juta. Pendapatan lain-lain ini tidak diperoleh pada tahun lalu, sehingga perolehan laba bersih Bakrieland tahun lalu menjadi anjlok.
INDF: Alihkan Aset Rp 3,931 Triliun
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah melakukan pengalihan sebagian aset-asetnya di PT Indofood Fritolay Makmur dan Drayton Pte Ltd kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur senilai Rp 3,931 triliun.
BUMI: Incar Penjualan 1Q10 Sebesar 16 Juta Ton
BUMI menargetkan penjualan batubara di 1Q10 sebanyak 16 juta ton. Target ini lebih tinggi 23% daripada realisasi produksi di 1Q09, yaitu 12,5 juta ton.
PTPP: Hingga Maret, Raih Kontrak Rp3 T
Dirut PTPP, Musyanif, mengungkapkan, total nilai proyek yang akan diraih PTPP hingga Maret tahun ini bernilai lebih dari Rp3 triliun. Tahun ini, PTPP menargetkan menggaet konrak senilai Rp16,2 triliun.
Β
DGIK: Raih Kontrak Konstruksi Senilai Rp200 M
DGIK meraih kontrak baru, Februari lalu. Perusahaan jasa konstruksi itu memenangkan tender pembangunan jalan di Pulau Sumatra, senilai Rp 200 miliar. Sekretaris Perusahaan DGIK, Djohan Halim, mengatakan proyek tersebut merupakan tender pertama yang mereka dapat di tahun ini. Panjang jalan yang dibangun dalam proyek ini tidak lebih dari 50 kilometer.
BLTA: Gagal Sepakati Akusisi dengan Eitzen
PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) membatalkan penawaran akuisisi Camilo Eitzen & Co ASA (CECO) seniliaI US$128 juta. Pasalnya negosiasi pengambilalihan perusahaan pelayaran Norwegia itu tidak berhasil mencapai kesepakatan yang mengikat. Meski demikian, BLTA tetap terbuka untuk melanjutkan diskusi dengan Camilo Eitzen mmengenai transaksi potensial yang dapat terjadi di masa mendatang.
BNII: Program Tabungan Behadiah Naikkan DPK
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank International Indonesia Tbk (BII) meningkat 12% dari akhir Juni hingga Desember 2009, menjadi Rp47,3 triliun. Hal itu ditunjang program " Bingkisan Beruntun" yang menaikan jumlah tabungan secara signifikan.
BEKS: Pilih Rights Issue Rp500 M
PT Bank Eksekutif Internasional Tbk akhirnya memilih penerbitan saham baru (rights issue) hingga Rp500 M guna memperbaiki struktur permodalan perseroan. Aksi korporasi itu meraih komitmen dari Grup Recapital sebagai pembeli siaga. Dirut Bank Eksekutif mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang juga menyetujui perombakan jajaran komisaris dan direksi, serta rencana bisnis untuk membenahi kinerja selama tahun ini.
RIGS: Beli dua kapal senilai Rp400 M
Perusahaan jasa penyewaan kapal lepas pantai untuk industri minyak dan gas (migas), RIGS, berencana membeli dua kapal senilai US$30-40 juta atau sekitar Rp300-400 miliar untuk mengejar target pertumbuhan pendapatan 10% tahun ini.
MERK: Tumbuhkan Laba 48,75%
PT Merck Tbk (MERK) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 48,75% di 2009. Peningkatan terutama dipicu kenaikan pendapatan sebesar 17,93%. Hingga akhir 2009, MERK mencatat pendapatan sebesar Rp 751,403 miliar, naik 17,93% dari tahun 2008 sebesar Rp 637,134 miliar. Beban pokok pendapatan sebesar Rp 313,771 miliar, naik 13,82% dari tahun sebelumnya Rp 275,656 miliar. Rasio peningkatan beban yang lebih kecil dari pertumbuhan pendapatan mendorong laba kotor tumbuh 21,06% menjadi Rp 437,631 miliar dari sebelumnya Rp 361,477 miliar.
JSMR: Cari Kredit Bank Rp1,5 Triliun
Sedikitnya 50% kebutuhan belanja modal PT Jasa Marga Tbk yang dianggarkan sebesar Rp3 triliun pada tahun ini akan dipenuhi dari pinjaman bank. Direktur Utama Jasa Marga Frans S. Sunito menuturkan perseroan hanya akan mencari pinjaman dari bank sebesar 50% atau sekitar Rp1,5 triliun. Total dana investasi yang dibutuhkan Jasa Marga bersama anak usaha pada tahun ini sebanyak Rp5,6 triliun. Dana ersebut digunakan untuk mengakuisisi ruas tol serta menambah ruas jalan eksisting.
MNCN: Akusisi 75% saham Innoform Media
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) bersama Linktone Ltd mengakusisi75% saham Innoform Media, perusahaan multimedia berbasis di Uni Emirat Arab ( UEA). Nilai akusisi itu sebesar Sin$9,75 juta atau sekitar Rp63,75 miliar. MNC mendapat porsi kepemilikan saham pada Innoform sebesar 25% sedangkan Linktone mengambil alih 50% saham. MNC dan Linktone memiliki opsi untuk membeli 25% saham tambahan. Akusisi tersebut akan berdampak positif terhadap keuangan MNC dan Linktone pada 2010. Innoform diharapkan dapat memperoleh pendapatan sebesar US$35 juta dan laba bersih US$2,7 juta.
KLBF: Telah Membeli Kembali 7,7% Saham
Periode kedua program pembelian kembali (buy back) saham KLBF telah berakhir 16 Maret 2010. Dalam surat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, KLBF menyatakan telah membeli kembali 285,23 juta saham. Jumlah saham itu setara dengan 2,8% total modal disetor KLBF. Jika ditotal, KLBF telah membeli kembali 782,49 juta saham, atau 7,7% dari total modal disetor. Dari awal program buy back ini bergulir, KLBF menargetkan bisa membeli kembali maksimal 10% sahamnya.
Earning Watch
ANTM: Laba Bersih 2009 Sebesar Rp 604,31 Miliar VS Rp 1,37 Triliun
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan penurunan laba bersih hingga 56% pada 2009 yang disebabkan oleh merosotnya penjualan. Laba bersih turun menjadi Rp 604,31 miliar dari Rp 1,37 triliun pada tahun sebelumnya. Penjualan turun 9,2% menjadi Rp 8.71 triliun dari Rp 9.59 triliun pada 2008.
MERK: Tumbuhkan Laba 48,75%
PT Merck Tbk (MERK) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 48,75% di 2009. Peningkatan terutama dipicu kenaikan pendapatan sebesar 17,93%. Hingga akhir 2009, MERK mencatat pendapatan sebesar Rp 751,403 miliar, naik 17,93% dari tahun 2008 sebesar Rp 637,134 miliar. Beban pokok pendapatan sebesar Rp 313,771 miliar, naik 13,82% dari tahun sebelumnya Rp 275,656 miliar. Rasio peningkatan beban yang lebih kecil dari pertumbuhan pendapatan mendorong laba kotor tumbuh 21,06% menjadi Rp 437,631 miliar dari sebelumnya Rp 361,477 miliar.
Rumor
PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) dikabarkan akan menggandeng investor asing untuk mendukung rencana perseroan mengakusisi beberapa perusahaan pertambangan. Hal itu akan diumumkan awal April 2010. Sementara itu, investor institusi asal India juga tertarik menjadi pemegang saham perseroan melalui private placement.
Saham PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) dikabarkan sedang diburu para bandar, terkait dengan isu restrukturisasi perseroan. Sementara itu, pemerintah juga berniat menjual aset Asia Pacific yang dikuasai PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Kabarnya ada investor asing yang siap membeli aset perseroan.
Earning Watch
- ANTM: Laba Bersih 2009 Sebesar Rp 604,31 Miliar VS Rp 1,37 Triliun
- MERK: Tumbuhkan Laba 48,75%
- LPCK: Laba Bersih Naik 81% pada 2009
- IGAR: Laba Bersih 2009 Naik 237%
Technical Picks
- LSIP (9600) β Trading Buy
- AKRA(1030)- Trading Buy
- BIPI (245) β Speculative Buy
- BBCA (5450) β Sell.
(etr/qom)











































