Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 23 Mar 2010 09:16 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami kenaikan menghapus kerugian pada perdagangan sebelumnya yang didorong oleh kenaikan perusahaan pembuat obat-obatan setelah ouse of Representative menyetujui perbaikan pada sektor industri kesehatan. Bristol-Myers Squibb Co. dan Pfizer Inc. mengalami kenaikan sekitar 1.4% yang memimpin sektor industri kesehatan setelah pemerintah menyetujui keputusan mengenai penajminan 10 juta masyarakat yang belum memiliki asuransi akan mendapatkan perlindungan kesehatan.

Boeing Co. (+1.7%), Citiigroup Inc. (+3.6%) setelah Richard X. Bove dari perusahaan Rochdale Scurities LLC memberikan rekomendasi beli atas saham ini. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.5%) ke 1,165.81. Dow Jones Industrial Average (+0.4%) ke 10,785.89.

Regional Pagi: Mayoritas bursa saham Asia menguat, dipimpin oleh perusahaan komoditas dan keuangan, setelah naiknya harga minyak dan logam, di tengah sinyal sejumlah perusahaan akan melakukan  ekspansi seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi. BHP Billiton Ltd., (+1.2%) di Sydney.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Woodside Petroleum Ltd., (+1.6%) . Australia & New Zealand Banking Group Ltd. (+2%) setelah perusahaan mengungkapkan rencana untuk menambah cabang baru di Taiwan. Toshiba Corp. (+3.3%) di Tokyo setelah surat kabar Nikkei mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan TerraPower Bill Gates untuk mengembangkan reaktor nuklir. S&P/ASX 200 (+0.6%) 4,859; Nikkei (-0.1%) 10,814; Kospi (+0.7%) 1,684; STI (+0.6%) 2905.

Commodity: Minyak mentah diperdagangkan mendekati level $ 82/barrel setelah adanya kenaikan optimisme bahwa permintaan atas bahan bakar akan meningkat di tengah perbaikan ekonomi di US.Minyak menghapus penurunan lebih dari $2 pada perdagangan kemarin setelah pasar saham mengalami kenaikan dan turunnya nilai tukar dollar terhadap euro menaikkan permintaan komoditi sebagai alternatif investasi. Minyak mentah berhasil ditutup pada level $ 81.6/barrel. WTI Crude (unc) $ 81.6/barrel Gold (+0.2%) USD 1,105/ t oz CPO (+0.2%) RM 2,598/MT Nickel (-0.8%) USD 22,275/MT Tin (-0.6%) USD 17,550/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Laju Inflasi akan Tahan Kenaikan Bunga

Laju inflasi yang dinilai masih terkendali, membuat Bank Indonesia belum merencanakan untuk menaikkan suku bunga, sebagaimana yang dilakukan oleh bank sentral di negara lain. Darmin Nasution, Pjs Gubernur BI mengatakan Indonesia belum perlu mengikuti kebijakan moneter negara lain seperti India, terkait dengan kenaikan suku bunga, karena laju inflasi dinilai belum mengkhawatirkan atau masih dalam kisaran proyeksi BI yakni sekitar 5%.

Economic: Dana Rp3 Triliun Terkait Century Diblokir

Pemerintah telah mengajukan blokir dana milik pelaku terkait kasus kejahatan Bank Century kepada otoritas di 12 negara tempat terparkirnya dana kontan dan saham bernilai sekitar Rp3 triliun. Angka itu merupakan hasil verifikasi atas perkiraan nilai total dana yang pernah disebutkan Kepala Bareskrim Polri, saat masih dijabat Komjen Susno Duadji yang menyebut angka Rp12 triliun hingga Rp14 triliun. dana kontan yang sudah diajukan pemblokiran itu, antara lain dana di USB (UBS) Hong Kong senilai US$19,25 juta, pada Standard Chartered Bank di Singapura senilai Sin$400.000, ENG bank di Jersey, AS senilai US$16,5 juta, Britihs Virgin Island, di Quatanamo, Kuba, US$14,8 juta, di Bermuda US$72 juta, di Swiss US$220.000, di Inggris US$872.000.

General: RPP Tembakau ancaman pekerja pabrik rokok

Jika Rancangan Pemerintah (RPP) Pengendalian Produk Tembakau disahkan menjadi peraturan pemerintah (PP), bisa berdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karyawan pabrik-pabrik rokok (PR) yang ada di Kab. Malang. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Malang, mengatakan RPP tersebut jelas merugikan industri rokok di Kab. Malang. Saat ini, PR yang beroperasi di Kab. Malang tercatat sebanyak 194 PR dengan 35.000 tenaga kerja (TK).

Energy: Kenaikan TDL di bawah 900 VA tak lebih dari 15%

Pemerintah menjamin rencana penaikan TDL pada Juli 2010 bagi pelanggan berdaya kurang dari 900 VA tidak akan lebih dari 15% sehingga tidak memberatkan masyarakat berdaya beli terbatas.

Property: Pasar property komersial global membaik

Jones Lang LaSalle Global Capital memprediksi kenaikan transaksi properti komersial sepanjang 2010 dibandingkan dengan realisasi tahun lalu mencapai US$ 209 miliar. Volume transaksi properti komersial global sepanjang 2009 melorot 45% menjadi US$ 209 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini lebih rendah dibandingkan 2008 yang anjlok hingga 50% dari kisaran periode 2007 sebesar US$759 miliar. Jones Lang LaSalle mencatat nilai transaksi properti di Eropa pengunung 2009 sekitar US$ 98 miliar atau turun sekitar 41% dibandingkan pencapaian 2008. Sedangkan volume transaksi di Asia Pacific tidak berkontraksi hebat akibat krisis keuangan global ini. Volume transaksi properti pasar Asia Pacific hanya 23% menjadi US$ 66 miliar, Amerika anjlok 64% menjadi US$ 46 miliar.

Corporate news

MEGA: Targetkan DPK Rp39,8 Triliun

PT Bank Mega Tbk (MEGA) menargetkan perolehan dana pihka ketiga (DPK) naik 21,3% menjadi Rp39,8 triliun pada 2010. Perseroan akan fokus menggenjot pertumbuhan tabungan dan giro untuk mendongkrak DPK ini. Dari proyeksi DPK tahun ini, Rp39,8 triliun, sebnayak 44,7% (Rp17,79 triliun) berupa deposito, 31,8% (Rp12,65 triliun) tabungan, dan 23,5% sisanya (Rp9,35 triliun) giro.

BRPT: Perbesar Saham di Gozco Plantations

PT Barito Pacific Tbk memperbesar kepemilikan sahamnya pada PT Gozco Plantations Tbk dari sebesar 10,01% menjadi 10,59% dengan total kepemilikan menjadi sebanyak 29,71 juta saham. Melalui keterbukaan informasi otoritas bursa hari ini, kepemilikan Barito Pacific pada Gozco bertambah 29,71 juta saham dari level sebelumnya sebanyak 500,5 juta saham yang ditunjukkan pada laporan kepemilikan saham pada awal Maret. Barito Pacific membeli saham Gozco di pasar pada kisaran Rp318,33 sejak 22 Januari hingga 10 Maret dengan tujuan investasi.

AALI: Penjualan CPO Naik 2,7% pada 2M10

Selama Januari-Februari 2010, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan volume penjualan CPOsebesar 2,7% menjadi 157.014 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Kenaikan terjadi di tengah merosotnya produksi sebesar 4,7% menjadi 141.135 ton, namun kenaikan penjualan dapat tercapai karena perusahaan masih memiliki cadangan CPO pada akhir tahun lalu.

SGRO: Laba Bersih Merosot 35,89%

Laba bersih PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) pada tahun lalu merosot 35,89% dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena penurunan penjualan dan laba usaha. SGRO mencetak laba bersih Rp281,77 miliar atau Rp151 per saham pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp439,52 miliar atau Rp236 per saham. Seiring dengan penurunan laba usaha, marjin usaha SGRO juga melemah dari 26,7% pada 2008 menjadi 25,34% pada tahun lalu.Penjualan SGRO terkoreksi 20,52% dari Rp2,29 triliun pada 2008  menjadi Rp1,82 triliun pada tahun lalu.

JSMR: Patungan Rp100 Miliar dengan PTPP

PT Jsa Marga Tbk (JSMR) dan PT PP Tbk (PTPP) menyiapkan dana sedikitnya Rp100 miliar untuk mendirikan anak usaha di sektor properti. Proyek patungan di antara dua perusahaan konstruksi pelat merah itu dijadwalkan terbentuk pada 2H10. Dana internal untuk pengembangan anak usaha itu sekitar Rp50 miliar. Anak usaha JSMR tersebut akan mulai beroperasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

AGRO: Bank Agro batalkan rights issue

PT Bank Agroniaga Tbk dipastikan membatalkan rencana rights issue sehubungan dengan akan masuknya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di bank yang sebagian besar sahamnya dikuasai dana pensiun perkebunan BUMN (Dapenbun) itu. Dewan Pengawas Dapenbun Andi Punoko mengungkapkan Bank Agro sebelumnya berencana melaksanakan rights issue untuk meningkatkan rasio kecukupan modal.

MPPA: Bapepam Restui RUPSLB Matahari

Bapepam-LK akhirnya mengizinkan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) untuk menggelar RUPSLB guna mendapat persetujuan dari pemegang saham atas penjualan 90,76% saham
di PT Matahari Department Store Tbk senilai Rp 7,16 triliun. Bapepam memberikan izin itu karena penjelasan dari Matahari dinilai sudah memadai.

BMRI: NPL Perseroan Susut

PT Bank Mandiri Tbk membukukan angka Non Performing Loan (NPL) gross alias kredit macet sebelum dicadangkan sebesar 2,8%. Padahal, 2008 lalu NPL masih 4,7%. Sementara, NPL setelah pencadangan pun pun juga turun dari 1,09% menjadi 0,42%. Penurunan NPL ini disebabkan dua hal. Yang pertama karena jumlah penyaluran kredit baru yang cukup
besar sehingga otomatis juga membesar komponen angka pembagi dalam perhitungan NPL. Kedua akibat dari program restrukturisasi debitur-debitur kelas kakap sepanjang 2009 kemarin. Beberapa utang yang berhasil direstrukturisasi antara lain adalah Domba Mas yang mencapai Rp 3,3 triliun, Djajanti Grup US$ 18,6 juta, dan Suba Indah senilai Rp 1,28 triliun.

Earning Watch

BMRI: Laba Bersih 2009 Naik 36% ditopang oleh Meningkatnya Pendapatan Bunga

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 36% pada 2009 seiring meningkatnya pendapatan bunga. Perusahaan optimis tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini. Laba bersih naik menjadi Rp 7.2 triliun pada 2009 dari Rp 5.3 triliun pada tahun sebelumnya. Net interest income (NII) naik 14% menjadi Rp 17.35 triliun dari Rp 15.29 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara, total outstanding kredit mencapai Rp 198.5 triliun, naik 14% dari Rp 174.1 triliun pada akhir Desember 2008.

SGRO: Laba Bersih Merosot 35,89%

Laba bersih PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) pada tahun lalu merosot 35,89% dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena penurunan penjualan dan laba usaha. SGRO mencetak laba bersih Rp281,77 miliar atau Rp151 per saham pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp439,52 miliar atau Rp236 per saham. Seiring dengan penurunan laba usaha, marjin usaha SGRO juga melemah dari 26,7% pada 2008 menjadi 25,34% pada tahun lalu.Penjualan SGRO terkoreksi 20,52% dari Rp2,29 triliun pada 2008 menjadi Rp1,82 triliun pada tahun lalu.

INDF: Laba Bersih FY09 Melonjak 101%

PT Indofood Sukses Makmur (INDF) membukukan kenaikan laba bersih hingga dua kali lipat pada 2009, ebagian besar disebabkan oleh laba selisih kurs. Laba bersih naik menjadi Rp 2.1 triliun dari Rp 1.0 triliun pada akhir 008. Penjualan turun 4.4% menajdi Rp 37.1 triliun dari Rp 38.8 triliun pada tahun sebelumnya.

Rumor

Pemodal perlu mencermati pergerakan saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) karena potensi penguatannya diproyeksikan hingga Rp180-an. Pemilik saham terbesar perseroan, PT Gajah Tunggal Tbk dikabarkan mau menjual seluruh sahamnya dan tengah menggelar beauty contest bagi pembeli. 

Institusi asing asal Jepang diisukan akan meningkatkan kepemilikan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa (NIKL) dan mendapatkan wakilnya di jajaran manajemen perseroan. Selain itu, penambahan kapasitas produksi juga akan memberikan sentimen positif kepada sahamnya.

Earning Watch

  • BMRI: Laba Bersih 2009 Naik 36% ditopang oleh Meningkatnya Pendapatan Bunga
  • SGRO: Laba Bersih Merosot 35,89%
  • INDF: Laba Bersih FY09 Melonjak 101%

Technical Picks

  • ADRO (1840) – Speculative Buy
  • INDF (4100) – Sell
  • INCO (4225) – Sell
  • SMCB (2025) – Speculative Buy.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads