Procter & Gambler Co. perusahaan pembuat barang-barang konsumsi dan Chevron Corp. perusahaan energy terbesar kedua di US membuat indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan. General Mils Inc. turun 1.9% setelah pembuat sereal Lucky Charms memberikan proyeksi atas pendatapatan yang di bawah estimasi para investor. Indeks Standard & Poor's 500 (-0.6%) ke 1,167.72. Dow Jones Industrial Average (-0.5%) ke 10,836.15.
Regional Pagi: Mayoritas saham-saham Asia melemah, seiring pelemahan pada saham pertambangan Australia yang diiringi penguatan pada sejumlah perusahaan ekspor Jepang menyusul pelemahan yen. Toyota Motor Corp., (+0.9%) di Tokyo setelah yen melemah ke 2 bulan tertinggi terhadap dolar. Panasonic Corp., (+0.9%). Santos Ltd., (+3.4%) di Sydney oleh spekulasi terkait target takeover perusahaan. Newcrest Mining Ltd. (-1.5%) setelah merosotnya emas ke level terendah dalam lebih dari 5 pekan. S&P/ASX 200 (- 0.4%) 4,872 Nikkei (+0.15%) 10,831 Kospi (-0.05%) 1,680 STI (+0.16%) 2,890
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Investment grade sulit dicapai dalam setahun
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memastikan tidak akan ada kenaikan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia dalam 12 bulan ke depan, sehingga target pemerintah menaikkan peringkat pada level investasi (investment grade) diperkirakan sulit tercapai.
Energy: Kenaikan Subsidi Listrik Bisa Mencapai Rp17,8 T
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kenaikan subsidi listrik tahun ini bisa mencapai Rp17,8 T atau lebih besar dibandingkan dengan tambahan alokasi di APBN-P 2010 sebesar Rp15,4 T. Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM memaparkan asumsi kenaikan tambahan subsidi listrik itu terkait dengan pembengkakan biaya operasional PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akibat kekurangan pasokan gas di PLTU Muara Tawar.
Property: Harga Rumah Berpotensi Naik
Harga rumah sederhana sehat (RSh) akan merangkak naik, menyusul rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15%. Kenaikan TDL akan memicu peningkatan biaya pengembangan rumah.
Corporate news
BBCA: BCA akan akuisisi satu perusahaan
PT Bank Central Asia Tbk, yang memiliki total aset Rp 289,392 triliun, akan mengakuisisi perusahaan pembiayaan khusus sepeda motor pada 2010. Ini dilakukan untuk memperkuat bisnis BCA dalam pembiayaan kendaraan bermotor dan semakin menajamkan fokus bisnisnya di retail banking. Sebelumnya, BCA telah memiliki BCA Finance yang bergerak di pembiayaan mobil. Sebagai bank terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset, BCA terus memacu kredit konsumsinya.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2009, penyaluran kredit BCA secara total hanya tumbuh 9,9% menjadi Rp 123,9 triliun. Namun, khusus untuk kredit konsumsi pertumbuhannya mencapai 32% yang didominasi oleh kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan kendaraan, dan kartu kredit. Sementara itu, kredit korporasidan komersial masing- masing hanya tumbuh 3,8% dan 5%. Tingginya pertumbuhan kredit konsumsi BCA membuat porsinya terhadap total kredit BCA naik dari 18,6% pada 2008 menjadi 22,4%. Adapun porsi kredit korporasi BCA turun dari 40,7% menjadi 38,6%.
ENRG: Lunasi Utang US$ 250 Juta
PT Energi Mega Persada Tbk (BBCA) melunasi sebagian utangnya kepada Credit Suisse senilai US$ 250 juta dari total US$ 450. VP Debt Capital Market perusahaan Herwin Hidayat menuturkan perseroan telah membayar sebagian kewajiban tersebut setelah dana dari rights issue diperoleh. Dengan pengurangan utang itu perseroan diproyeksikan dapat mencetak laba bersih pada tahun ini.
HERO: Dairy Farm Menguasai 94,27% Saham Perseroan
Dominasi raksasa ritel asal Hong Kong, Dairy Farm, di PT Hero Supermarket Tbk (HERO) semakin kokoh. Ini terjadi setelah PT Hero Pusaka Sejati, salah satu pemegang saham HERO, melepas 24,54% sahamnya kepada Mulgrave Corporation B.V. Mulgrave adalah anak usaha Dairy Farm. Total nilainya mencapai Rp 255,26 miliar, dengan harga Rp 3.156 per saham. Penjualan ini terkait realisasi obligasi konversi yang diterbitkan HERO pada tahun 1998 dan 2001. Pasca transaksi ini, Mulgrave menguasai 94,27% saham HERO, dari sebelumnya sebanyak 69,73% saham.
ANTM: Jajaki Pinjaman Bank US$ 325 Juta
PT Aneka Tambang Tbk tengah menyiapkan ekspansi besar-besaran. ANTM menjajaki pinjaman dari perbankan asal Jepang senilai US$ 325 juta, atau setara dengan Rp 2,95 triliun. Pinjaman itu akan dipakai perusahaan tambang ini untuk mendanai pengembangan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan. Maklum, realisasi proyek ini terus mundur dari jadwal semula. Sekretaris Perusahaan ANTM, Bimo Budi Satriyo, menambahkan, pihaknya berniat mengembangkan pabrik alumina di Tayan setelah realisasinya mundur selama beberapa tahun. Antam mengincar pinjaman bank asal Jepang lantaran proyek tersebut bersifat strategis.
INTP: Kas Indocement Naik Rp 1,8 Triliun
Per 2009 kas bersih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melonjak 231,59% menjadi Rp 2,62 triliun, yang memperlonggar kemampuan ekspansi perseroan ke depan atau membagikan dividen. Lonjakan kas tersebut justri terjadi di tengah penurunan volume penjualan sebesar 8% dari 14,6 juta ton pada 2008 menjadi 13,4 juta ton pada 2009. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif pada tahun lalu.
NISP: Obligasi Persreroan Bisa di atas Rp1 Triliun
PT Bank OCBC NISP Tbk membuka peluang menerbitkan obligasi subordinasi di atas Rp1 triliun. OCBC NISP mematok tingkat imbal hasil (yield) surat utang itu 2% di atas yield surat utang negara bertenor 5 tahun-7 tahun. Obligasi ini direncanakan terbit pada kuartal kedua tahun ini. Presiden Direktur OCBC NICP Parwati Surjaudaja menjelaskan penerbitan obligasi subordinasi diperkirakan di atas Rp500 miliar. Jumlahnya, sesuai dengan penetapan harga (pricing) dan kebutuhan ekspansi bisnis perseroan.
NIKL: Latinusa Bidik Penjualan Rp 1,6 Triliun dan Laba Naik 192%
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) menargetkan penjualan Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,6 triliun pada akhir tahun ini, atau tumbuh 35,59% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,18 triliun. Perusahaan juga menargetkan laba bersih mencapai Rp 91 miliar, melonjak 192,06% dari tahun lalu Rp 31,5 miliar. Hal tersebut didorong oleh membaiknya kondisi perekonomian saat ini.
TMPI: Ekspansi Keluar Jawa
PT Agis Tbk mengantisipasi akta perdagangan bebas China-Asean (ACFTA) dengan mengembangkan jaringan distribusi di pasar luar Jawa, di samping fokus pada pasar Jawa dan Sumatra. Perseroan telah mengalokasikan modal kerja senilai Rp71,6 miliar dari penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), yang bisa digunakan membiayai rencana pengembangan tersebut. Sekretaris Perusahaan Agis Poernomo Adjie mengatakan perdagangan bebas tersebut menjadi peluang pertumbuhan penjualan mengingat perseroan menggarap sektor jasa perdagangan, dan bukannya produsen (manufaktur) barang elektronik.
ELTY: Harga Konversi Obligasi Rp310 Per Saham
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menetapkan harga konversi obligasi sebesar Rp310 per saham. Harga tersebut premiun 20% dari harga referensi ELTY selama 5 hari perdagangan di BEI hingga 23 Maret 2010. Harga referensi ELTY selama 5 hari perdagangan sekitar Rp258,3 per saham. Volume perdagangan saham perusahaan properti milik Grup Bakrie itu melonjak 99% menjadi 350,5 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp81,3 miliar.
IPO: Juni, Berau Energy IPO US$300 Juta
PT Berau Energy, induk usaha PT Berau Coal, berencana menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Juni-Juli 2010. Perseroan menargetkan perolehan dana sekitar US$300 juta atau setara Rp2,7 triliun. Induk usaha produsen batubara terbesar kelima di Indonesia itu berencana melepas sekitar 20-30% saham ke publik.
Earning Watch
BBCA: Cetak Laba Rp 6,8 Triliun pada 2009
Pada 2009, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 17% menjadi Rp 6,8 triliun dibandingkan dengan perolehan tahun 2008. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) dan pendapatan non bunga (fee based income). Sementara, pertumbuhan kredit mencapai 9,9%.
Rumor
PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) akan dikerek ke level Rp100 dalam waktu dekat. Itu seiring rencana perseroan menggelar penawaran saham baru terbatas (right issue). Proyeksi kinerja 2010 perseroan juga diperkirakan meningkat tajam dibanding 2009, sehingga memicu sahamnya diburu bandar.
PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan investor asing atau institusi keuangan. Hal itu dilakukan perseroan untuk memperkuat modal guna menopang kinerja, setelah berhasil membeli perkebunan sawit di Kalimantan.
Earning Watch
- BBCA: Cetak Laba Rp 6,8 Triliun pada 2009
- ISAT: Laba Bersih Turun 20% pada 2009
- AHAP: Laba Bersih Melonjak 184%
- KBLV: Pada 2009, Laba Bersih Melonjak 132%
- LAMI: FY09, Laba Bersih Naik 36%
Technical Picks
- AALI (24200) – Spec Buy
- TBLA (410) – Spec Buy
- BUMI (2300) – Spec Buy
- GGRM (25900) – Spec Buy.
(etr/qom)











































