Hingga berita ini ditulis pukul 10.33 JATS, IHSG bertengger di level 2.803,653, naik 28,803 poin (1,03%) dari penutupan kemarin di level 2.774,850.
Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat anjlok 14 poin ke level 2.760,201. Namun tak lama, IHSG langsung berbalik arah menembus zona positif. Perburuan saham-saham unggulan hampir di semua sektor sukses membawa IHSG naik tajam hingga sempat menyentuh level 2.807,654, naik 33 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian penguatan saham-saham sektor perkebunan seperti Lonsum (LSIP) dan Astra Agro (AALI), kemudian saham-saham bank seperti Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), BTPN (BTPN), Bank Danamon (BDMN), BRI (BBRI) dan sebagainya juga memberikan kontribusi besar bagi penguatan IHSG hari ini.
Saham-saham raksasa konsumsi seperti Indofood (INDF), Unilever (UNVR) dan Gudang Garam (GGRM) turut berpartisipasi. Hanya indeks-indeks saham sektor pertambangan yang masih dalam tekanan jual dan terjebak di zona merah.
Meski banyak pelaku pasar memprediksi akan terjadi profit taking pada perdagangan hari ini, terutama mengingat kenaikan IHSG telah berlangsung selama 3 pekan berturut-turut, rupanya sentimen positif masih terus memberikan dorongan beli pada saham-saham di BEI.
Aktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi beli selama periode tersebut. Dalam 3 pekan terakhir, dana asing tak henti-hentinya mengalir ke lantai bursa mengiringi penguatan IHSG dalam rally tersebut.
Selama 3 pekan, IHSG telah mengalami kenaikan sebesar 238,008 poin (9,27%) dari level 2.565,645 pada 4 Maret 2010 menjadi 2.803,653 pada perdagangan hari ini pukul 10.33 JATS.
Kenaikan IHSG ini mendekati level tertingginya dalam sejarah. Pada perdagangan 9 Januari 2008, IHSG berada di level tertingginya dalam sejarah 2.830,263. Sejak perdagangan hari itu, IHSG terus mengalami penurunan, bahkan sempat menyentuh level 1.111,390 pada perdagangan 28 Oktober 2008.
Namun dengan cepat, IHSG menanjak naik dan kembali menembus level 2.800 untuk pertama kalinya sejak 14 Januari 2008 di level 2.810,372. Jika tren penguatan terus berlanjut, maka boleh jadi dalam satu hingga tiga hari perdagangan ke depan, IHSG bisa mencetak rekor baru.
Â
Â
(dro/qom)











































