"Untuk tahun ini IPO mungkin belum. Ada banyak sekali masalah yang harus diselesaikan. Tahun depan mudah-mudahan bisa," ujar Direktur Utama PT Indonesia Power, Djoko Hastowo di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (25/3/2010).
Menurut Djoko, tertundanya rencana IPO anak usaha PT PLN Persero tersebut dikarenakan perseroan masih fokus untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu upaya perbaikan kinerja, imbuh Djoko, adalah dengan memperbanyak penggunaan gas untuk pembangkit-pembangkit yang dikelola Indonesia Power.
Ia menyebutkan beberapa pembangkit yang masih mengalami kekurangan pasokan gas yaitu, PLTGU Tanjung Priok, Jakarta yang masih membutuhkan 120 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet Per Day/MMSCFD) untuk mengoperasikan pembangkitnya, PLTGU Tambak Lorok, Semarang, sebanyak 180 MMSCFD, dan PLTG Gilimanuk, Bali, memerlukan 120 MMSCFD.
Menurutnya, jika kebutuhan gas tersebut dapat dipenuhi maka akan mampu menekan biaya operasi sehingga akan memperbaiki kinerja perusahaan.
"Seperti akhir tahun lalu kita dapat tambahan gas untuk Grati sebesar 60 BBTUD, itu bisa menghemat biaya hingga Rp 4 triliun," jelasnya.
Rencana Indonesia Power menggelar IPO merupakan wacana lama, hal tersebut sempat tertunda beberapa kali karena adanya krisis global dan penyelesaian pembangunan proyek listrik 10.000 MW tahap pertama.
Selain Indonesia Power, anak usaha BUMN listrik itu lainnya yang berencana melepas saham ke publik adalah PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB).
(epi/qom)











































