Telkom Tunjuk 3 Sekuritas BUMN Jadi Penjamin Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

Telkom Tunjuk 3 Sekuritas BUMN Jadi Penjamin Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

- detikFinance
Kamis, 25 Mar 2010 13:58 WIB
Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akhirnya menunjuk Bahana Securities lembaga lead penjamin emisi atas penerbitan obligasi perseroan senilai Rp 2 triliun. Selain bahana, perseroan juga siap dibantu oleh Danareksa Securities dan Mandiri Securites untuk obligasi yang ditargetkan akan terbit sebelum Juni 2010 ini.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah saat ditemui di persermian portal e-commerce plasa.com di kantor pusat Telkom Jalan Gatot Subroto Jakarta Kamis (25/3/2010).

"Obligasi jalan terus. Kita sudah pilih tiga underwriter, Bahana, Mandiri dan Danareksa. Leadnya Bahana," terang Rinaldi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obligasi yang bernilai Rp 2 triliun ini direncanakan memakai laporan keuangan perseroan Desember 2009 (Konsolidasi), hingga ditargetkan dapat listing sebelum Juni 2010. Prospektus awal pun sedang disusun perseroan sebelum dimasukkan ke Bapepam-LK untuk mendapatkan pernyataan efektif.

"Kita baru saja mulai (prospektus). Ke Bapepam belum. Yang jelas kita targetkan sebelum Juni karen pakai data Desember," ungkapnya.

Namun sayang dirinya masih belum mau menjelaskan kinerja keuangan TLKM pada tahun 2009. "Kita masih belum bisa ngomong, kan baru minggiu depan dimumkan audited-nya," paparnya.

Telkom tengah melakukan seleksi terhadap tiga penjamin emisi atau underwriter untuk membantu penerbitan obligasi perseroan senilai Rp 2 triliun. Sebelumnya, perseroan sudah menyeleksi enam perusahaan yang masuk dalam shortlist underwriter.

"Sudah ada tiga sekuritas yang masuk dalam shortlist kita, sebelumnya kan ada enam," kata Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, tiga perusahaan sekuritas yang masuk dalam daftar pendek itu seluruhnya merupakan anak sekuritas pelat merah. Peluncuran obligasi ini akan berbarengan penerbitan obligasi anak usahanya Telkomsel senilai Rp 2 triliun.

Dana penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk memenuhi belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2010 yang mencapai US$ 2 miliar. Begitu pula dengan obligasi milik anak usahanya juga akan digunakan untuk memenuhi belanja modalnya tahun ini.

Saat ditanyakan tentang penurunan nilai kapitalisasi saham TLKM di pasar modal, Rinaldi menyatakan optimismenya bakal kembali meraih prestasi dan bakal bertengger di posisi puncak, setelah sebelumnya disalip oleh Astra Internasional (ASII).

"Tenang saja. Bisnis kita kan utamanya di telekomunikasi. Pasti akan naik lagi, tinggal kita meningkatkan kinerja. Tunggu saja," tegasnya.


(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads