Hal ini disampaikan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah saat ditemui di persermian portal e-commerce plasa.com di kantor pusat Telkom Jalan Gatot Subroto Jakarta Kamis (25/3/2010).
"Obligasi jalan terus. Kita sudah pilih tiga underwriter, Bahana, Mandiri dan Danareksa. Leadnya Bahana," terang Rinaldi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita baru saja mulai (prospektus). Ke Bapepam belum. Yang jelas kita targetkan sebelum Juni karen pakai data Desember," ungkapnya.
Namun sayang dirinya masih belum mau menjelaskan kinerja keuangan TLKM pada tahun 2009. "Kita masih belum bisa ngomong, kan baru minggiu depan dimumkan audited-nya," paparnya.
Telkom tengah melakukan seleksi terhadap tiga penjamin emisi atau underwriter untuk membantu penerbitan obligasi perseroan senilai Rp 2 triliun. Sebelumnya, perseroan sudah menyeleksi enam perusahaan yang masuk dalam shortlist underwriter.
"Sudah ada tiga sekuritas yang masuk dalam shortlist kita, sebelumnya kan ada enam," kata Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, tiga perusahaan sekuritas yang masuk dalam daftar pendek itu seluruhnya merupakan anak sekuritas pelat merah. Peluncuran obligasi ini akan berbarengan penerbitan obligasi anak usahanya Telkomsel senilai Rp 2 triliun.
Dana penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk memenuhi belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2010 yang mencapai US$ 2 miliar. Begitu pula dengan obligasi milik anak usahanya juga akan digunakan untuk memenuhi belanja modalnya tahun ini.
Saat ditanyakan tentang penurunan nilai kapitalisasi saham TLKM di pasar modal, Rinaldi menyatakan optimismenya bakal kembali meraih prestasi dan bakal bertengger di posisi puncak, setelah sebelumnya disalip oleh Astra Internasional (ASII).
"Tenang saja. Bisnis kita kan utamanya di telekomunikasi. Pasti akan naik lagi, tinggal kita meningkatkan kinerja. Tunggu saja," tegasnya.
(wep/dro)











































