"Kami sedang menjajaki rights issue setelah penerbitan obligasi subordinasi," ujar Direktur Utama BNGA Arwin Rasyid usaha penyelenggaraan RUPS di kantornya, Graha Niaga, Jakarta Kamis (25/3/2010).
Namun nilai rights issue masih belum ditentukan lantaran menunggu realisasi penerbitan obligasi subordinasi Rp 3 triliun terlebih dahulu. Pada triwulan II-2010, BNGA akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 3 triliun. Dananya akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) 2 obligasi perseroan yang jatuh tempo tahun 2010 dan 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penerbitan obligasi subordinasi ini terealisasi, BNGA juga megkaji kemungkinan rights issue guna memperkuat struktur permodalan. Arwin menjelaskan, perseroan akan mengalami peningkatan kredit di tahun 2010.
Oleh sebab itu, persediaan dana segar sangat dibutuhkan guna menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan tetap berada di kisaran 13-15%. Salah satu cara memenuhinya adalah dengan melakukan rights issue.
"Masih dalam penjajakan. Berapa dan kapannya masih belum," jelas Arwin.
Â
Â
(dro/dnl)











































