"Pembatasan dana asing itu tidak perlu, yang penting kan bagaimana mengelolanya dengan baik supaya dana asing lebih lama berada di Indonesia," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (26/3/2010).
Pernyataan ini merupakan tanggapan Bapepam-LK terhadap wacana yang berkembang tentang kemungkinan dikeluarkannya kebijakan membatasi investasi asing di Indonesia. Wacana ini sebetulnya bermula dari kenyataan bahwa arus modal asing cenderung keluar masuk dengan tempo singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih terkait dengan anggaran pembelian minyak mentah. Belum lagi dampaknya ke pasar modal, derasnya arus keluar masuk asing membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat bervolatilitas tinggi.
"Kalau saya bilang, yang penting itu bagaimana kita memberikan daya tarik, supaya dana asing tidak hanya parkir sebentar, tapi investasi lebih lama ke sektor riil juga. Intinya bagaimana kita mengelola dana asing supaya memberikan keuntungan bagi bangsa kita juga. Itu interpretasi saya," jelas Fuad.
(dro/dnl)











































