Matahari Bagi Dividen Interim Rp 210 per Saham Medio 2010

Matahari Bagi Dividen Interim Rp 210 per Saham Medio 2010

- detikFinance
Jumat, 26 Mar 2010 17:09 WIB
Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) memastikan akan membagikan dividen interim sebesar Rp 210 per saham atau totalnya mencapai Rp 1 triliun pada pertengahan tahun ini

Pembayaran dividen akan dilakukan usai transaksi penjualan 90,76% saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) senilai Rp 7,164 triliun sekitar pertengahan 2010.

"Sebesar Rp 1 triliun dari dana hasil transaksi akan dibagikan sebagai dividen interim, setelah semua transaksi beres. Nilai per sahamnya tinggal dihitung sendiri," ujar Direktur Utama MPPA, Benjamin J Mailool usai RUPSLB Independen di hotel Arya Duta, Jakarta, Jumat (26/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah saham MPPA saat ini ada sebanyak 4.763.605.500 saham. Dengan demikian, nilai dividen interim per saham akan sebesar Rp 209,925 per saham atau dibulatkan sebesar Rp 210 per saham.

Nilai tersebut tergolong cukup besar, mengingat harga saham MPPA hari ini ditutup di level Rp 1.270 per saham. Itu berarti, dividen interim yang yang dibagikan 16,53% dari harga sahamnya saat ini.

Hingga saat ini, MPPA belum mengumumkan kinerja keuangan tahun 2009. Namun hingga triwulan III-2009, laba per saham perseroan sebesar Rp 51 per saham. Itu berarti dividen interim yang akan dibagikan mencapai 4,11 kali lipat.

MPPA berencana menjual 2.648.220.000 (90,76%) saham LPPF kepada Meadows Asia Capital (MAC) pada harga Rp 2.705,33 per saham. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 7,164 triliun.

Mekanisme pembayaran akan dilakukan dalam 3 cara, pertama tunai sebesar Rp 5,3 triliun, kedua piutang sebesar Rp 1 triliun dan ketiga penyertaan saham MPPA di MAC sebesar 20% saham dengan opsi beli melalui waran sebesar 7,5%.

Jika transaksi ini teralisasi, MPPA masih akan memiliki 20% saham di LPPF secara tidak langsung melalui MAC. Sisanya sebesar 80% saham MAC akan menjadi milik CVC Partners.

Sedangkan dana tunai yang diterima MPPA sebesar Rp 5,3 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian besar utang-utang MPPA mulai dari obligasi rupiah dan dolar AS hingga utang-utang bank senilai Rp 3,4 triliun. Dengan pelunasan seketika ini, MPPA akan mendekati kondisi zero debt (tanpa utang) dan menghemat beban bunga sebesar Rp 400 miliar.

Kemudian sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis Hypermart. Sisanya sebesar Rp 1 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads