Pelepasan saham ini juga mengalami kelebihan permintaan (oversubsribe ) 3-4 kali. Axiata Group juga mempunyai kemungkinan untuk upsized dalam bentuk green shoe sebesar 153 juta saham atau setara dengan 1,8% dari total saham.
Demikian disampaikan Presiden Direktur PT XL Axiata Hasnul Suhaimi saat menggelar press conference di kantornya Graha XL, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (28/3/2010).
"Harga yang ditetapkan di harga tertinggi, Rp 3.300 per saham, dengan oversubsribe mencapai 3-4 kali. Pelepasan saham ini merupakan rekor yang pernah dilakukan di Indonesia dalam 10 tahun terakhir," ujar Presiden dan CEO Group Axiata Dato' Sri Jamaludin Ibrahim dalam keterangan tertulisnya di Kuala Lumpur.
Selaku penjamin emisi dalam pelaksanaan penjualan saham ini terdiri dari lima pihak. Diantaranya Goldman Sachs selaku lead offering , kemudian disusul dengan CIMB Investment Bank Berhard (Join Bookrunners), PT Mandiri Sekuritas, J.P Morgan Securities Ltd dan Morgan Stanley Services Limited.
Investor publik domestik dipastikan mendapat porsi 50-80% dari penawaran saham. Sayangnya, Hasnul belum bisa memastikan penggunaan dana hasil penjualan saham 1,531 miliar saham, karena crossing -nya sendiri baru dilakukan pada tanggal 1 April 2010.
"Kita belum diberi keterangan dari Axiata, karena crossing sendiri baru dilakukan pada Kamis, jam 4 sore," papar Hasnul
Proses bookbuilding ini juga dilakukan selama 10 hari ke belakang, dengan melakukan roadshow ke beberapa kota, diantaranya Jakarta, Singapura, New York, Boston, Washington, Hongkong, London dan Edenberg.
"Sebelum di Jakarta, kita lakukan free marketing di Kamis (18/3/2010)," tambah Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rachman.
Sebelumnya, dalam Bursa Malaysia dilaporkan Axiata memasang harga pada kisaran Rp 3.000 - 3.300 per saham. Total dana yang akan diperoleh Axiata Berhad sekitar Rp 5,104 - 5,615 triliun.
Disebutkan bahwa harga final masih bisa berubah bahkan berada di luar kisaran di atas seiring dengan proses bookbuilding . Proses penawaran awal (bookbuilding) diperkirakan bakal selesai pada 22 Maret 2010.
Axiata Berhad merupakan pemilik 7,359 miliar saham EXCL atau setara dengan 86,5% dari total saham EXCL sebanyak 8,508 miliar saham. Pemegang saham EXCL lainnya adalah ETISALAT sebanyak 1,131 miliar saham (13,3%) dan sisanya publik 17,016 juta saham (0,2%). (wep/epi)











































