Demikian disampaikan olehΒ Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Eteng A. Salam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Senin (29/3/2010).
Kenaikan laba bersih didorong oleh kuatnya kinerja operasi perseroan serta adanya laba hasil divestasi non core business perseroan, PT Infomedia Nusantara pada Juni 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuatnya kinerja operasi Perseroan ditunjukkan oleh laba operasi konsolidasi Perseroan yang naik 53% menjadi Rp 276,3 miliar dibanding tahun 2008 senilai Rp 180,4 miliar," ungkap Eteng.
Setelah terdepresiasi oleh beban usaha, maka perseroan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 668,78 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya, yang hanya Rp 173,53 miliar. Dan perolehan laba bersih perseroan selama tahun 2009 tercatat sebesar Rp 466,23 miliar, dengan laba bersih per saham sebesar Rp 65.
Segmen jasa hulu migas perseroan juga mencatat pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih yang impresif, dengan menyumbangkan pendapatan Rp 2,26 triliun, atau 62% terhadap pendapatan usaha konsolidasi. Sementara untuk segmen jasa hilir migas, mencatat pendapatan usaha Rp 1,09 triliun, segmen supporting and competency based menyumbangkan Rp 281 miliar dan jasa penunjang hulu migas menyumbangkan Rp 90,74 miliar.
Bisnis jasa hulu migas terintegrasi ditopang oleh 3 bisnis unit, yakni jasa geoscience terintegrasi, jasa drilling terintegrasi, dan jasa oilfield terintegrasi.
"Unit bisnis jasa geoscience menjadi penyumbang terbesar perolehan pendapatan selama tahun 2009 sebesar Rp 1,24 triliun atau 55% terhadap pendapatan segmen jasa hulu migas terintegrasi. Sementara jasa drilling terintegrasi berkontribusi Rp 551 miliar, dan jasa oilfield terintegrasi menyumbangkan Rp 465 miliar," kata Eteng.
Perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 4,46 triliun selama tahun 2010. Segmen jasa hulu migas terintegrasi masih menjadi core bisnis andalan, yang diperkirakan dapat menyumbang Rp 2,79 triliun. Wilayah-wilayah kerja offshore (marine and transition zone) dan pengembangan lapangan panas bumi akan menjadi prospek pasar yang lebih besar bagi Perseroan sepanjang tahun 2010.
(wep/dnl)











































