Demikian berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Senin (29/3/2010).
Hingga akhir 2009, SCMA mencetak pendapatan sebesar Rp 1,614 triliun, turun 6,32% dari tahun 2008 sebesar Rp 1,723 triliun. Namun beban usaha berhasil ditekan 10,12% menjadi Rp 1,136 triliun dari sebelumnya Rp 1,264 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan EMTK, induk usahanya, hingga akhir 2009 perseroan mencetak pendapatan sebesar Rp 2,828 triliun, turun 9,44% dari sebelumnya Rp 3,123 triliun. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 13,24% menjadi Rp 1,795 triliun dari sebelumnya Rp 2,069 triliun.
Laba kotor pun tercatat sebesar Rp 1,033 triliun, turun tipis 1,89% dari sebelumnya Rp 1,053 triliun. Laba usaha pun hanya turun tipis 1,33% menjadi Rp 492,364 miliar dari sebelumnya Rp 499,010 miliar.
Untungnya perseroan berhasil meminimalisir pos beban lain-lain, sehingga EMTK mencetak laba bersih sebesar Rp 161,760 miliar, naik 55,94% dari sebelumnya Rp 103,727 miliar.
Kinerja positif dua perusahaan ini membuat harga saham perseroan menjadi semakin murah. Nilai laba per saham SCMA saat ini sebesar Rp 149,81, naik dari sebelumnya Rp 109,89. Dengan harga saham saat ini sebesar Rp 900 per saham, berarti rasio harga saham terhadap laba per saham (PER) menurun menjadi 6 kali dari sebelumnya 8,19 kali.
Sementara nilai laba per saham EMTK saat ini sebesar Rp 51,49, naik dari sebelumnya Rp 39,88. Dengan harga saham EMTK saat ini sebesar Rp 510 per saham, PER menurun menjadi 9,9 kali dari sebelumnya 12,78 kali.
Â
Â
(dro/qom)











































