IHSG Terperosok 18 Poin, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008

IHSG Terperosok 18 Poin, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008

- detikFinance
Senin, 29 Mar 2010 16:07 WIB
IHSG Terperosok 18 Poin, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 18 poin pada perdagangan hari ini. Aksi ambil untung (profit taking) setelah rally selama sepekan kemarin membuat IHSG kembali jatuh ke bawah level 2.800.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.813,491 dibanding penutupan kemarin di level 2.813,082. Sesaat setelah dibuka, IHSG langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.780,430 turun 33 poin.

Aksi jual yang mendera saham-saham unggulan berkapitalisasi besar membuat IHSG tak mampu mendekati zona netral maupun zona positif. Sepanjang perdagangan hari ini IHSG terus berkutat di zona negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampaknya investor memutuskan melakukan profit taking setelah melakukan pembelian masif selama perdagangan sepekan kemarin. Terlebih saham-saham raksasa perbankan yang sepekan kemarin sukses mengangkat IHSG menembus level 2.800.

Koreksi saham-saham sektor konsumsi, infrastruktur, perkebunan dan aneka industri juga memberikan kontribusi besar bagi koreksi IHSG hari ini.

Hanya saham-saham sektor pertambangan yang masih mengalami penguatan, terutama didorong oleh penguatan saham logam metal seperti Inco (INCO), Aneka Tambang (ANTM) serta Timah (TINS). Beberapa saham batubara juga masih mencetak penguatan.

Pada perdagangan Senin (29/3/2010), IHSG ditutup turun 18,311 poin (0,66%) ke level 2.794,771. Indeks LQ 45 juga melemah 4,219 poin (0,77%) ke level 544,456.

Sementara nilai tukar rupiah tercatat menguat tajam ke level 9.085 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.125 per dolar AS. Ini adalah level tertinggi rupiah sejak Agustus 2008.

Bursa-bursa regional bergerak variatif.
  • Indeks Shanghai naik 64,08 (2,09%) ke level 3.123,80.
  • Indeks Hang Seng naik 184,32 poin (0,88%) ke level 21.237,43.
  • Indeks Nikkei-225 turun tipis 9,9 poin (0,09%) ke level 10.986,47.
  • Indeks Straits Times naik 18,62 poin (0,64%) ke level 2.924,90.
  • Indeks KOSPI turun tipis 5,73 poin (0,34%) ke level 1.691,99.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.856 kali pada volume 7,803 miliar lembar saham senilai Rp 10,377 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 97 saham turun dan 90 saham stagnan.

Nilai transaksi beli asing mencapai Rp 6,421 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 6,309 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 111,713 miliar.

Nilai transaksi membengkak lantaran ada transaksi penjualan 18% saham XL Axiata milik Axiata Group Berhad ditambah pemindahtangan 1,8% opsi penjatahan lebih (greenshoe) di pasar negosiasi senilai Rp 5,559 triliun yang diperantarai oleh broker PT CIMB Securities (YU) dan PT Mandiri Sekuritas (CC).

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Schering Plough (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 36.000, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 74.000, Inco (INCO) naik Rp 275 ke Rp 4.700, Antam (ANTM) naik Rp 150 ke Rp 2.325, Timah (TINS) naik Rp 75 ke Rp 2.350, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 38.600.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain AStra International (ASII), Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.350, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.200, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.600, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 12.150, BRI (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 25.500, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.100, PGN (PGAS) turun Rp 100 ke Rp 4.225.


(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads