Pemegang Obligasi Matahari Restui Penuh Akuisisi CVC

Pemegang Obligasi Matahari Restui Penuh Akuisisi CVC

- detikFinance
Senin, 29 Mar 2010 16:33 WIB
Pemegang Obligasi Matahari Restui Penuh Akuisisi CVC
Jakarta - Para pemegang obligasi dan sukuk PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merestui rencana penjualan 90,76% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) kepada CVC senilai Rp 7,164 triliun.

"Para pemegang obligasi yang hadir, sepenuhnya atau 100% menyetujui penjualan 90,76% saham LPPF," ujar Direktur Utama MPPA, Benjamin J Mailool usai RUPO di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (29/3/2010).

MPPA baru saja selesai menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) guna meminta persetujuan atas penjualan 90,76% saham LPPF kepada CVC Partners senilai Rp 7,164 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemegang obligasi yang hadir dalam RUPO sebanyak 90,38%, seluruhnya setuju. Pemagang Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI sebanyak 92,48%, seluruhnya juga menyetujui," ujar Benjamin.

Saat ini, MPPA memiliki 3 buah surat utang, terdiri dari Obligasi MPPA II Tahun 2009 dengan jatuh tempo 2012/2014 senilai Rp 302 miliar, Sukuk Ijarah MPPA II Tahun 2009 dengan jatuh tempo 2012/2014 senilai Rp 226 miliar dan Obligasi Senior berdenominasi dolar AS senilai US$ 200 juta yang jatuh tempo pada 2012.

MPPA berencana melakukan pelunasan seketika atas 3 obligasi tersebut sebagai bagian dari rencana penggunaan dana hasil penjualan 90,76% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) senilai Rp 7,2 triliun. Dana tunai yang diterima MPPA sebesar Rp 5,3 triliun, sisanya dalam bentuk piutang Rp 1 triliun dan 20% saham dalam Meadows Asia Capital.

Dari dana tunai hasil penjualan 90,76% saham LPPF sebesar Rp 5,3 triliun, sebesar Rp 1 triliun akan dibagikan sebagai dividen, kemudian sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis Hypermart, sedangkan sebesar Rp 3,4 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian besar utang-utang perseroan.

Perinciannya adalah, pelunasan obligasi rupiah sebesar Rp 528 miliar, pelunasan obligasi dolar AS senilai US$ 200 juta atau Rp 1,84 triliun dan sisanya utang-utang bank sebesar Rp 1,03 triliun.

Saat ini, posisi utang perseroan mencapai Rp 4,1 triliun. Dengan pelunasan utang sebesar Rp 3,4 triliun, sisa utang perseroan sebesar Rp 700 miliar yang sekaligus menurunkan Leverage Ratio perseroan menjadi 0,07 kali dari sebelumnya 1,2 kali.

Perseroan juga menghemat beban cicilan sebesar Rp 400 miliar per tahun dengan adanya pelunasan sebagian besar utang tersebut.

Β 

Β 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads