Pada perdagangan Senin (29/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 45,50 poin (0,42%) ke level 10.895,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 6,63 poin (0,57%) ke level 1.173,22 dan Nasdaq menguat 9,23 poin (0,39%) ke level 2.404,36.
Saham-saham yang terangkat oleh kenaikan harga komoditas antara lain Exxon Mobil Corp yang naik 1,1%, dengan indeks energi S&P tercatat naik 1,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perdagangan berjalan sangat tipis mengingat pendeknya perdagangan pada pekan ini. Bursa Wall Street libur pada Jumat untuk memperingati Jumat Agung.
Hanya sekitar 7,49 miliar lembar saham di transaksikan di New York Stock Exchange, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
"Ini seperti hari yang santai. Pergerakan hari ini dipimpin oleh saham energi dan material dan kita melihat pasar komoditas sedang menguat. Inilah yang memicu segala sesuatunya lebih tinggi," ujar Mike O'Rourke, kepala analis BTIG LLC seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/3/2010).
Sementara saham-saham yang merosot cukup tajam antara lain Citigroup Inc yang tercatat turun 3,02% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pelepasan 7,7 miliar lembar saham yang dimilikinya.
Dari data ekonomi, Departemen Perdagangan AS melaporkan belanja dan pendapatan konsumen masih melemah selama Februari, namun masih sejalan dengan ekspektasi. Belanja konsumen tercatat naik 0,3% pada Februari, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 0.4%.
Sementara pelemahan dolar AS langsung memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Mei melonjak 2,17 dolar menjadi US$ 82,17 per barel. Minyak Brent pengiriman Mei melonjak 1,88 dolar menjadi US$ 81,17 per barel.
(qom/qom)











































