Menurut laporan keuangan yang dipubikasikan perseroan disebutkan pendapatan Gunawan Dianjaya tercatat menurun 45,66% dari Rp 3,02 triliun pada tahun 2008 menjadi hanya Rp 1,64 triliun pada 2009.
Dengan beban pokok penjualan yang juga ikut menurun, menjadi Rp 1,82 triliun ternyata tidak membantu kinerja laba kotor perusahaan di tahun lalu. Tercatat perseroan mengalami rugi kotor sebesar Rp 186,80 miliar. Padahal tahun sebelumnya, GDST berhasil membukukan laba kotor sebanyak Rp 559,77 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal ini tidak tercermin dari laba sebelum pajak dan pos luar biasa, yang mencetak minus Rp 209,23 miliar. Di tahun 2008 saja, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 144,95 miliar.
Dengan pencapaian laba sebelum pos luar biasa yang tercatat minus Rp 158,98 miliar, dengan laba hasil penghapusan utang sepanjang 2009, perseroan tetap mengalami rugi bersih sebesar Rp 150,05 miliar.
Dengan rata-rata jumlah saham yang beredar sebesar 5.776.752.877 lembar maka rugi bersih per lembar saham, yang harus ditanggung mencapai Rp 26 per lembar.
(wep/dnl)











































