Ditopang Saham Lapis Dua, IHSG Lolos Dari Zona Merah

Ditopang Saham Lapis Dua, IHSG Lolos Dari Zona Merah

- detikFinance
Selasa, 30 Mar 2010 16:10 WIB
Ditopang Saham Lapis Dua, IHSG Lolos Dari Zona Merah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya hanya ditutup naik 3 poin ditopang oleh penguatan saham-saham lapis dua. Hampir seluruh saham-saham unggulan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.795,180 dibanding penutupan kemarin di level 2.794,771. IHSG bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini, rentang pergerakan IHSG berkisar antara 2.787,505 hingga 2.818,941.

Penguatan IHSG di awal perdagangan terutama disokong oleh penguatan saham-saham unggulan dari sektor perbankan, perkebunan, pertambangan dan konsumsi yang sukses membawa kembali IHSG ke atas level 2.800. Namun kemudian perlahan-lahan sebagian berbalik arah ke zona negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan sesi II, tekanan jual semakin mendera saham-saham unggulan. Penguatan didominasi oleh saham-saham lapis dua, sedangkan koreksi cukup besar banyak terjadi pada saham-saham unggulan.

Sebagian besar investor memutuskan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah mengalami rally panjang selama beberapa pekan terakhir, khususnya pekan kemarin. Analis sudah memprediksi kemungkinan terjadinya koreksi sejak perdagangan pekan lalu lantaran IHSG sudah naik cukup tinggi selama beberapa pekan terakhir.

Saat ini boleh dibilang ada 2 proyeksi arah IHSG. Pertama, terjadinya koreksi besar-besaran IHSG. Kedua, IHSG bergerak sideways selama beberapa pekan sebelum kembali melakukan rally.

Mengacu pada pola sebelumnya, pola kedua lebih disukai oleh para pelaku pasar guna mencegah terjadinya penurunan nilai portofolio yang terlalu dalam. Biasanya, setelah melakukan rally panjang, pelaku pasar cenderung melakukan aksi profit taking bertahap, sehingga tidak menyebabkan penurunan besar pada IHSG, sekaligus memberikan peluang untuk bermain jangka pendek dengan mencari celah dalam ayunan harga-harga saham harian selama periode sideways.

Pada perdagangan Selasa (30/3/2010), IHSG ditutup naik tipis 3,497 poin (0,12%) ke level 2.798,268. Indeks LQ 45 turun tipis 0,154 poin (0,02%) ke level 544,302 lantaran banyak terjadinya koreksi pada saham-saham unggulan.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.090 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.085 per dolar AS.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,209 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 935,715 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 273,719 miliar.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan :
  • Indeks Shanghai naik tipis 4,67 poin (0,15%) ke level 3.128,47.
  • Indeks Hang Seng naik 137,36 poin (0,65%) ke level 21.374,79
  • Indeks Nikkei-225 melesat 110,67 poin (1,01%) ke level 11.097,14.
  • Indeks Straits Times naik 4,71 poin (0,16%) ke level 2.933,85.
  • Indeks KOSPI naik 8,20 poin (0,48%) ke level 1.700,19.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.745 kali pada volume 5,067 miliar lembar saham senilai Rp 4,132 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 72 saham turun dan 93 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 73.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 12.100, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.950, BTPN (BTPN) naik Rp 250 ke Rp 7.200, Delta Dunia (DOID) naik Rp 200 ke Rp 1.180, Adira (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 8.300, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 9.900.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 350 ke Rp 2.100, Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 42.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 25.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 940, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 14.300, Inco (INCO) turun Rp 75 ke Rp 4.625, BRI (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 8.250.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads