Demikian disampaikan Managing Director MLPL Harijono Suwarno seusai RUPSLB di Hotel Sultan Jakarta Selasa (30/3/2010).
"Kami siap tambah modal ke First Media kurang lebih 31% (Rp 233,7 miliar) dari hasil penerbitan rights issue kita (MLPL). Ini untuk menjaga porsi kepemilikan kita yang saat ini mencapai 33,7%," ujar Harijono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau mereka rights issue, kita harus siap-siap tambah modal agar tidak terdilusi. Sebagaian dana right issue kita untuk inject modal. Mereka (KBLV) sudah sampaikan ke Bapepam-LK atas rencana mereka. Rencananya 6 April RUPS-nya," jelasnya.
Sebagian dana hasil right issue juga telah perseroan siapkan untuk pembayaran kembali atas hutang-hutang (Debt Equity Ratio) mereka yang mencapai Rp 1,5 triliun. Jumlah dana yang disiapkan sekitar Rp 256,32 miliar.
"Kita punya opsi untuk lunasi lebih cepat, diperpanjang atau dilunasi. Khususnya kepada Credit Suisse karena yang jatuh tempo pada tahun ini. Sekitar 1/3 untuk debt balance sheet. Kita punya loan di beberapa bank diantaranya, Credit Suisse, CIMB Niaga, BNI, Mandiri, dan Permata," paparnya.
Sementara untuk pendapatan tahun 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan 15-20% atau set dengan Rp 15,6 triliun. Sampai akhir tahun lalu diperkirakan pendapatan perseroan mencapai Rp13 triliun. Posisi kas hingga 31 Desember 2009, perseroan mencatat nilai sebesar Rp 1,5 triliun. Ini belum termasuk shortterm investment yang belum dimasukkan dalam neraca kas.
"Kita belum kasih angka pasti, karena belum tutup buku," katanya.
Untuk keperluan tersebut, MLPL akan mengambil sebagian dana hasil rights issue. MLPL akan menerbitkan HMETD sebanyak 6.031.252.940 lembar saham di harga Rp 125 per saham. Totalnya sebesar Rp 753,9 miliar.
Sebagian dari dana ini akan digunakan untuk menyerap rights issue KBLV, yakni sekitar Rp 233,7 miliar.
Â
Â
(wep/dro)











































