Peter Sondakh Lego Saham di Semen Gresik

Peter Sondakh Lego Saham di Semen Gresik

- detikFinance
Selasa, 30 Mar 2010 21:58 WIB
Jakarta - Rajawali Corporation yang dimiliki konglomerat Peter Sondakh melepas kepemilikan sahamnya di Semen Gresik. Rajawali yang menguasai saham Semen Gresik melalui Blue Valley Holdings Pte Ltd melepasnya melalui private placement.

Namun sayangnya belum ada rincian dari transaksi ini. Menurut sumber-sumber yang dikutip detikFinance, Selasa (30/3/2010), pihak Rajawali akan mengumumkan secara resmi pelepasan sahamnya di Semen Gresik besok siang.

Kabar Rajawali akan melepas saham Semen Gresik sudah lama terdengar. Rajawali saat ini tercatat menguasai 24,9% saham di Semen Gresik setelah mengakuisisi saham milik Cemex Asian Investment. Menurut sumber detikFinance, Rajawali hanya melepas sebagian saham di Semen Gresik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Dow Jones menuliskan, Rajawali hanya akan melepaskan 17,4% saham di Semen Gresik pada harga Rp 7.000 atau diskon 6% dari harga penutupan hari ini. Secara total, dana yang diperoleh Rajawali mencapai US$ 798 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.


Saat ini pemegang saham Semen Gresik adalah pemerintah RI (51,01%), Blue Valley (24,9%), Deutsche Bank AG (3,32%) dan publik (20,88%). Pada penutupan perdagangan hari ini, saham Semen Gresik tercatat turun Rp 100 menjadi Rp 7.450.

Hingga akhir 2009, Semen Gresik membukukan laba bersih sekitar Rp3,3 triliun, naik 30,95% dibandingkan 2008 sebesar Rp2,52 triliun.

Sementara grup Rajawali merupakan konglomerasi milik Peter Sondakh, yang baru saja masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes. Peter berada di posisi 437 degnan nilai kekayaan US$ 2,2 miliar.

Peter Sondakh sebelumnya juga telah melepas kepemilikannya di PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) kepada British American Tobacco (BAT). Peter Sondakh berniat fokus ke bisnis batubara.

Grup Rajawali sebelumnya juga melepas 15,97% saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) kepada perusahaan telekomunikasi asal Uni Emirat Arab, Etisalat senilai Rp 4,1 triliun.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads