Regional Pagi: Bursa saham Asia bergerak fluktuatif seiring penguatan pada perusahaan teknologi dan elektronik yang melampaui pelemahan pada sejumlah produsen bahan baku. Samsung Electronics Co (+1.1%) di Seoul setelah Korea Economic Daily melaporkan bahwa bisnis semikonduktornya akan mencapai target laba FY selama 1H. Canon Inc., (+1.3%) di Tokyo seiring pelemahan yen yang mendorong prospek pendapatan perusahaan.
BHP Billiton Ltd. Memimpin pelemahan pada produsen material di tengah kekhawatiran akan berakhirnya penguatan selama 5 hari lalu. S&P/ASX 200 (+0.1%) 4,922 Nikkei 225 (+0.3%) 11,130.8 Kospi (+0.08%) 1,701 STI (-0.58%) 2,916
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Inflasi Semester I diprediksi stabil
Meskipun ada kecenderungan likuiditas meningkat, Bank Indonesia (BI) belum melihat ada persoalan pada tingkat inflasi. BI bahkan melihat tekanan inflasi cenderung stabil hingga turun di semester I 2010. Kenaikan diperkirakan baru akan dimulai pada Juli, dengan puncak pada Agustus, saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri.
Kenaikan suplai terjadi di bahan makan khususnya beras yang di Maret ini membukukan deflasi 0,02%. Alhasil, hasil pantauan harga BI memperlihatkan, inflasi Maret mencapai 0,07% (month on month) atau 1,21% (year to date/ytd), dan 3,65% (year on year/yoy).
Economic: 2010, Neraca Pembayaran Surplus US$12 Miliar
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan neraca pembayaran Indonesia (NPI) tahun ini mengalami surplus sebesar US$12,5 miliar, sama dengan surplus 2009. Hingga Maret 2010, cadangan devisa mencapai US$69,8 miliar atau sedikit menurun.
Energy: Industri Akhirnya Setuju Harga Gas Naik 15%
Kalangan industri pengguna gas di Jawa bagian barat akhirnya menyepakati kenaikan rata-rata harga gas sebesar 15% mulai 1 April 2010. Para pengusaha juga setuju membayar niaya tambahan sebesar 300% jika menggunakan gas melebihi kuota kontrak.
Economic: Per 30 Maret 2010, Ditjen Pajak Raup Setoran Rp 109 Triliun
Sampai hari ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menerima setoran pajak dari para wajib pajak sebesar Rp 109 triliun atau 18,25% dari target penerimaan pajak dalam RAPBN-P 2010 yang sebesar Rp 597,4 triliun.
Corporate news
SMGR: Rajawali Lepas Saham SMGR US$1 Miliar
Grup Rajawali berencana melepas sebesar 17,4% sahamnya di PT Semen Gresik Tbk (SMGR). Nilai penjualan itu diperkirakan berkisar US$800 juta hingga US$1 miliar. Rajawali sudah menunjuk JP Morgan sebagai agen penjual saham itu. Rajawali siap melego saham SMGR di harga Rp7.000 per unit atau lebih rendah dari harga penutupan kemarin di BEI Rp7.450 per unit.
MLPL: First Media Rights Issue Rp 450 Miliar, Multipolar Siapkan Rp 233,7 Miliar
PT Multipolar Tbk (MLPL) siap menyuntikkan dana sebesar Rp 233,7 miliar kepada PT First Media Tbk (KBLV) melalui penerbitan saham baru anak usahanya itu senilai Rp 450 miliar. Dana diambil dari sebagian hasil penerbitan saham baru (right issue) MLPL dengan nilai total mencapai Rp 753,9 miliar.
BUMI: Tata Power Jajaki Lepas 10% Saham KPC-Arutmin
Tata Power Co Ltd, perusahaan pembangkit listrik terbesar di India, menjajaki pelepasan sekitar 8-10% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Nilai penjualan saham di kedua produsen tambang batubara itu mencapai US$300 juta.
BBRI: Terbitkan Subdebt Rp 2 Triliun di Medio 2010
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan segera menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun pada triwulan II atau III-2010. Tujuan penerbitan surat utang ini sebagai penyeimbang rasio kecukupan modal (CAR), dan tetap terjaga di level 12%.
PNBN: Laba Tumbuh 31%
PT Bank Panin Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp915 miliar pada 2009, tumbuh 31% dibanding pencapaian tahun sebelumnya Rp701 milliar. Pada 2009, aset perusahaan juga naik 21% dari Rp64,4 triliun tahun 2008 menjadi Rp77,8 triliun. Sedangkan total kredit yang diberikan mencapai Rp44,4 triliun dan perolehan dana pihak ketiga (DPK) menembus Rp56,2 triliun.
CPRO: Central Proteinaprima Tbk belum bisa balikkan kinerja
PT Central Proteinaprima Tbk pada 2009 belum dapat membalikkan kinerja perusahaan dan tetap menangguk kerugian. Kendati belum mencetak laba, perusahaan mampu memperkecil kerugian yang diderita sebesar 46,66% dari Rp407,18 miliar pada 2008 menjadi Rp217,17 miliar. Rugi per saham pada 2009 menjadi Rp5,4 dari Rp19,4 pada 2008. Penjualan juga merosot sebesar 16,29% dari Rp8,16 triliun pada 2008 menjadi Rp6,8 triliun pada 2009, sedangkan beban pokok penjualan berkurang 9,51% dari Rp6,62 triliun menjadi Rp5,99 triliun.
MPPA: Laba Melonjak 2.758%, Jadi Rp300 Miliar
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan lonjakan laba bersih selama 2009 mencapai 2.758,2% menjadi Rp300,035 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,497 miliar. Peningkatan laba bersih perseroan yang meningkat tajam tersebut, dipicu oleh pos penjualan dari beli putus dan pendapatan usaha lainnya menjadi Rp8,758 triliun, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,738 triliun. Selain itu, pos penjualan konsinyasi perseroan selama 2009 menjadi Rp5,027 triliun, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,238 triliun.
Earning Watch
ADRO: Laba Bersih 2009 Rp 4,37 Triliun VS Rp 887,20 Miliar
Perusahaan tambang batubara PT Adaro Energy (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih hingga mendekati 5 kali lipat pada 2009, yang mayoritas disebabkan kenaikan tajam pada pendapatan. Laba bersih untuk periode Januari-Desember naik menjadi Rp 4,37 triliun dari Rp 887,20 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan naik 49% menjadi Rp 26,94 triliun dari Rp 18,09 triliun pada akhir tahun 2008.
BBRI: Laba Bersih 2009 Naik 23%
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan kenaikan laba bersih 2009 sebesar 23% didorong oleh kenaikan net interest income dan operating income. Laba bersih periode Januari-Desember naik menjadi Rp 7,31 triliun dari Rp 5,96 triliun pada tahun sebelumnya. Pada akhir 2009, NII naik 17% menjadi Rp 23,05 triliun dari Rp 19,65 triliun pada akhir 2008. Pendapatan dari operasional bank naik 32% menjadi Rp 3,27 triliun dari Rp 2,48 triliun pada tahun sebelumnya
TINS: Laba Bersih 2009 Rp 313,75 Miliar VS Rp 1,34 Triliun
PT Timah (TINS) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 77% pada 2009 dikarenakan merosotnya penjualan menyusul turunnya harga-harga komoditas. Laba bersih untuk periode Januari-Desember 2009 turun menjadi Rp 313,75 miliar dari Rp 1,34 triliun pada tahun sebelumnya. Penjualan turun 15% menjadi Rp 7,71 triliun dari Rp 9,05 triliun pada akhir tahun 2008.
BISI: Laba bersih 2009 BISI merosot 80,97%
PT BISI International Tbk mencatatkan penurunan laba bersih signifikan sebesar 80,97% pada 2009 dari Rp398,40 miliar (2008) menjadi Rp75,78 miliar. Penurunan tajam tersebut dikarenakan terjadi penurunan penjualan perseroan tahun lalu. Direktur Utama PT BISI international Tbk Jemmy Eka Putra menjelaskan nilai penjualan bersih perseroan tahun lalu sebesar Rp782,12 miliar. Padahal pada periode sebelumnya BISI mengantongi nilai penjualan hingga Rp1,67 triliun. Tak pelak penurunan tersebut menyebabkan anjloknya nilai laba bersih BISI.
Rumor
Kabar PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) segera merealisasikan akuisisi CV Bina Insan Lestari Mandiri akan dimanfaatkan para bandar untuk mengerek saham KARK ke level Rp150-200 untuk jangka pendek. Bina Insan akhir pekan lalu telah memenangi tender pengadaan batubara PLN Sumatera dan Kalimantan sebamyak 2,7 juta metrik ton dengan kontrak 20 tahun.
Satu sumber meyakini, saham PT Intraco Penta Tbk (INCA) akan menguat ke Rp800-1.000, seiring kinerja 2009 yang bagus dan rencana penerbitan saham baru (right issue). Rencana peningkatan peran anak usaha bisnis pembiayaan, langkah perseroan mengincar kontrak perawatan penuh di perusahaan tambang dan perkebunan di Kalinantan Timur juga akan memicu penguatan sahamnya.
Earning Watch
- ADRO: Laba Bersih 2009 Rp 4,37 Triliun VS Rp 887,20 Miliar
- BBRI: Laba Bersih 2009 Naik 23%
- ASII : Laba Bersih Naik 9%
- TINS: Laba Bersih 2009 Rp 313,75 Miliar VS Rp 1,34 Triliun
- MYOR : Laba Bersih Naik 90%
- INCO: Laba Bersih 2009 Turun 53%
- CTRA: Laba Bersih FY09 Turun 33%
- DEWA: Laba Bersih Anjlok 117%
- CPIN: Laba Bersih Naik 537%
- LPKR: Bukukan Laba Rp388 Miliar
- UNSP: Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 46%
- BISI: Laba bersih 2009 BISI merosot 80,97%
- SMRA: Laba bersih Naik 78%
- BIPI: Laba Bersih Naik 185%
- BYAN: Laba Bersih Melonjak 558%
- DOID: Laba Bersih FY09 Anjlok
Technical Picks
- SGRO (2650) – Spec Buy
- GGRM (25350) – Spec Buy
- CPIN (2750) –Sell
- DOID (1180) – Trading Buy.
(etr/qom)











































